MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 06:35 WIB

Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018

<p>Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018<p>

VALORAnews -- Portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan (CPNS) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alamat http://sscn.bkn.go.id...

36 Persen Warga Padangpariaman BAB Sembarangan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 05-04-2018 | 19:44 WIB | 182 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>36 Persen Warga Padangpariaman BAB Sembarangan<p>

Ketua Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Pusat, Josrizal Zain, Jumat (6/4/2018) berdialog dengan jajaran Pemkab Padangpariaman di kantor bupati di Parik Malintang. (istimewa)

VALORAnews - Kabupaten Padangpariaman, masih memiliki jarak yang masih jauh untuk pencapaian akses sanitasi terutama berkaitan dengan Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan. Angka Padangpariaman berkisar 64 persen yang berarti, masih ada 36 persen penduduk daerah itu yang masih memiliki kebiasaan BAB Sembarangan.

Hal itu terungkap saat Ketua Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Pusat, Josrizal Zain beserta perwakilan SNV Belanda, Jumat (6/4/2018) berkunjung ke daerah itu, dalam rangka pembahasan beberapa rencana strategi penting yang berkaitan dengan pencapaian target sanitasi.

Hal ini tak lepas dari target Pemerintah secara nasional yang menargetkan di 2019, Indonesia sudah tercapai 100 persen akses untuk air minum dan sanitasi. Kedatangan rombongan disambut Kepala Bapelitbangda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Disdik dan sejumlah OPD serta LP2M dan SNV di Ruang Bupati Kabupaten Padangpariaman.


Dengan angka yang masih jauh dari capaian ini, Josrizal Zain mengapresiasi Pemkab Padangpariaman yang sudah memiliki komitmen kuat, untuk pencapaian akses universal dibidang sanitasi. Hal ini ditunjukkan dengan telah diterbitkannya Instruksi Bupati No 1 Tahun 2017 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Selain itu Pemerintah Daerah (Pemda) juga sudah menargetkan 100 Korong Open Defecation Free di 2017.

"Santasi terdiri atas 5 pilar yaitu Stop BAB Sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan yang aman (PAMM-RT), pengelolaan sampah rumah tangga (PS-RT) dan pengelolaan limbah cair rumah tangga (PLC-RT)," ungkap Josrizal Zein.

Dari kelima pilar dalam program STBM tersebut, pilar pertama yaitu stop BAB sembarangan adalah pilar utama yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Karena, masalah tersebut menyangkut masalah kesehatan lingkungan yang akan berdampak luas terhadap masyarakat disekitar.

Joserizal Zein mengaku, mengapresiasi komitmen dan kepedulian Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni untuk bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya dalam untuk percepatan pencapaian universal access di bidang sanitasi, dan dalam memperhatikan pelayanan dasar ke masyarakat.

"Lebih khusus lagi misalnya dalam hal penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi. Sebagai contoh, hingga Mei 2018 ini, Pemkab Padangpariaman sudah memprogramkan 100 korong bebas BAB Sembarangan," tukas Josrizal.

Selanjutnya, terang dia, hingga akhir 2018 ini, juga ditargetkan sudah tidak ada lagi masyarakat di Kabupaten Padangpariaman yang buang air sembarangan.

"Jika sanitasi sehat telah bisa diwujudkan, maka tentunya juga akan bisa berdampak terhadap taraf kesehatan masyarakat. Kalau masyarakatnya sudah sehat, tentu juga dampaknya akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Demikian pula halnya dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," tegasnya.

Joserizal Zain mengatakan, untuk percepatan Stop BAB Sembarangan adalah dengan pendekatan perubahan perilaku masyarakat. Sebab persoalan itu terkait erat dengan kemauan masyarakat, bukan kemampuan. Untuk itu, menurutnya, perlu promosi gencar dari semua pihak untuk menuntaskan perilaku BAB Sembarangan.

Mmenurut mantan Walikota Payakumbuh dua periode ini, target yang dicanangkan bupati Padangpariaman perlu didukung semua pihak, termasuk diantaranya dukungan dari masyarakat, serta OPD terkait lainnya.

"Untuk bisa mewujudkan itu semua tentu sangat dibutuhkan adanya sinergitas, kolaborasi dan kerjasama melibatkan semua pihak. Termasuk di antaranya dalam mengubah mindset atau cara pandang masyarakat dalam memahami arti pentingnya mewujudkan sanitasi yang sehat," bebernya.

Demikian pula halnya dukungan dari pihak terkait lainnya, seperti dukungan dari pihak DPRD, pihak media, serta jajaran stakeholder lainnya. (Baca: Wujudkan Target 100 Persen Jamban, Zainal: Persoalan Utama di Perilaku Masyarakat)

Joserizal Zain mengatakan, "Jika dana aspriasi anggota DPRD, Dana Nagari, CSR, serta dana zakat dapat diberikan untuk pembangunan jamban masyarakat, maka pencapaian universal akses yang ditargetkan Pemkab Padangpariaman 2018 ini dapat terwujud," sebutnya.

Akopsi, lanjut Josrizal Zein, tentunya siap mendukung program Pemkab Padangpariaman. Demikian pula halnya dalam mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat, yang nantinya juga akan bisa dibantu oleh Lembaga Pengkajian dan pemberdayaan Masyarakat atau (LP2M). (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar