MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-05-23 18:18 WIB

Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang

<p>Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang<p>

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) kembali akan mengulang lelang jabatan bagi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan...

11 Kali Gempa Kecil Terjadi di Zona Megathrust

AI Mangindo Kayo | Rabu, 11-04-2018 | 16:31 WIB | 108 klik | Kab. Mentawai
<p>11 Kali Gempa Kecil Terjadi di Zona Megathrust<p>

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padangpanjang, Rahmat Triyono. (istimewa)

VALORAnews - Sepanjang Kamis (5/4/2018) terjadi 11 kali gempabumi yang mengguncang kepulauan Mentawai. Gempa pertama terjadi pukul 00.16 WIB dengan kekuatan 4.3 selanjutnya diikuti gempa gempa yang kekuatan di bawah 5 SR hingga pukul 19.00 WIB. Kekuatan gempa gempa tersebut berkisar antara 2.3 SR - 4.8 SR.

"Kesebelas gempabumi tersebut berada di sekitar Kepulauan mentawai. Dua di antaranya merupakan gempabumi yang dirasakan yaitu yang terjadi pada pukul 00.16 WIB dengan kekuatan 4.3 dan dirasakan di Pulau Siberut serta gempa yang terjadi pada pukul 06.46 WIB dengan kekuatan 4.8 dan dirasakan di Siberut dan Tua Pejat, Sipora," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padangpanjang, Rahmat Triyono, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Rahmat, dampak kedua gempa tersebut tidak ada laporan kerusakan. Gempa-gempa yang terjadi di kepulauan Mentawai tersebut, terangnya, diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di samudera Hindia sebelah barat kepulauan Mentawai.


Kemudian, juga disebabkan jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano).

"Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan 50-60 mm/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pantai barat Sumatera termasuk daerah yang aktivitas kegempaannya tinggi," terang Rahmat.

Meskipun energi gempa yang kelepaskan di kepulauan Mentawai relatif kecil dengan kekuatan di bawah 5 SR, menurut Rahmat, hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas tektonik diwilayah kepulauan Mentawai.

"Peningkatan aktivitas kegempaan pada zona Megathrust Mentawai masyarakat dihimbau tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan, karena gempabumi setiap saat dapat terjadi dan hingga saat ini belum dapat diprediksi," harapnya.

"BMKG Padang Panjang akan selalu memonitor dan meng-update perkembangan terhadap peningkatan aktivitas kegempaan diwilayah kepulauan Mentawai." (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah