MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2018-07-21 21:16 WIB

Ini Data Korban Gempa Segmen Sumani Sabtu Sore

<p>Ini Data Korban Gempa Segmen Sumani Sabtu Sore<p>

VALORAnews -- Satu orang meninggal dunia, akibat gempa tektonik yang melanda kawasan Kabupaten Solok, Sabtu (21/7/2018), pukul 14.58 WIB. Hasil...

Nagari Pakan Raba'a Dihondoh Banjir

AI Mangindo Kayo | Minggu, 15-04-2018 | 20:54 WIB | 208 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Nagari Pakan Raba'a Dihondoh Banjir<p>

Warga Pakan Raba'a, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Ahad (15/4/2018) pagi, membersihkan sisa material yang tersapu banjir pada Sabtu malam. (humas)

VALORAnews - Hujan deras melanda Kabupaten Solok Selatan sepanjang Sabtu (14/4/2018) hingga malam, membuat Batang Pangkua di Nagari Pakan Raba'a, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) meluap. Akibatnya, sejumlah rumah, perkantoran dan sekolah terendam banjir setinggi 50 centimeter.

Informasi yang dirangkum, luapan air disertai lumpur setinggi 50 cm dan sepanjang 1,5 Km itu terjadi tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB. Tiga rumah dimasuki air dan material lumpur dari 30 unit rumah yang terancam di nagari Pakan Raba'a tepatnya di Jorong Sungai Pangkuah.

"Banjir juga merendam kantor KUA dan dua Sekolah yaitu MTsN 6 Solsel dan SMAN 5 Solsel. Selain itu, ruas jalan sepanjang 1,5 Km dekat sekolah dan kantor KUA ini juga dibanjiri lumpur dan membuat akses lalu lintas warga turut terganggu," kata Wali Nagari Pakan Raba'a, Arpan Ali, Ahad (15/4/2018).


Untuk sementara, lanjut Arpan, pihaknya bersama segenap unsur masyarakat setempat telah melakukan usaha pembersihan tiga rumah penduduk yang terdampak. Kemudian, membersihkan aliran batang sungai pangkuah yang sudah mendangkal akibat tertimbun material sirtukil dan lumpur padat.

"Dengan peralatan seadanya, kami saat ini baru bisa membantu membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah warga. Termasuk membuang material lumpur serta potongan kayu yang menyumbat aliran batang sungai Pangkuah ini," sebutnya.

Secara musiman tambahnya lagi, sekitar 100 jiwa penduduk dari 30 unit rumah yang ada di bantaran sungai selalu mendapat ancaman bencana banjir saat musim penghujan tiba. Warga akunya, sangat berharap agar Pemkab Solsel segera menormalisasi sungai dan menata kembali jalan-jalan di Sungai Pangkuah.

"Kami telah melakukan kontak dengan Kalaksa BPBD Solsel, Editorial untuk meminta bantuan pengerukan material yang telah memenuhi badan sungai Batang Sungai Pangkua itu. Jika dibiarkan, maka dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas dan lebih parah dari yang telah terjadi sekarang ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Solsel, Editorial didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Herwin, mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas BPBD ke lokasi untuk menangani bencana. Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan tim dari Satpol PP dan Damkar Solsel untuk membantu. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Solok Selatan