MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-05-23 18:18 WIB

Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang

<p>Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang<p>

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) kembali akan mengulang lelang jabatan bagi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan...

Lahan Tidur Kecamatan Matur Dijadikan Sentra Cabai Rawit Setha

AI Mangindo Kayo | Senin, 16-04-2018 | 22:01 WIB | 163 klik | Kab. Agam
<p>Lahan Tidur Kecamatan Matur Dijadikan Sentra Cabai Rawit Setha<p>

Camat Matur, Tommy TRD ketika melakukan kunjungan lapangan ke lahan penanaman Cabai Rawit Setha. (istimewa)

VALORAnews - Tidak ingin ada lahan tidur yang tidak produktif, Nagari Parik Panjang Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, berinisiatif untuk menanam Cabai Rawit Setha yang merupakan salah satu komoditi yang berpotensi untuk diekspor.

Peluang ini didapatkan Kelompok Tani Tunas Karya setelah melakukan pertemuan dengan salah satu pelaku agrobisnis di Kabupaten Agam, Hery Supriyatna, Sabtu (14/4/2018). Memanfaatkan ilmu, pengalaman serta relasi yang dimiliki Hery, Nagari Parik Panjang memberanikan diri untuk menjadi sentra penanaman cabai rawit jenis baru ini.

Camat Matur, Kabupaten Agam, Tommy TRD dalam keterangannya mengungkapkan, "Ini adalah sebuah peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin. Peluang ini tidak datang setiap hari, oleh karena itu kami sangat bersyukur dengan datangnya kesempatan ini. In Syaa Allah akan berusaha seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan Cabai Rawit Setha yang berkualitas."


Sementara, Hery Supriyatna mengungkapkan kekagumannya kepada Kelompok Tani Tunas Karya khususnya dan masyarakat Nagari Parik Panjang umumnya, akan semangat kelompok tani dan masyarakatnya untuk menjadikan Nagari Parik Panjang ini sentra penanaman Cabe Rawit Setha.

Hery mengatakan, Nagari Parik Panjang adalah Nagari pertama di Kabupaten Agam yang akan menjadi sentra penananam cabai rawit jenis ini. "Cabai rawit jenis ini memiliki banyak nama, ada yang menyebut dengan cabai rawit nano-nano, cabai rawit merah, cabai rawit setan, dan mungkin nama-nama lainnya. Jenis ini sebenarnya kurang familiar di Sumatera Barat, namun kebutuhannya untuk pasar ekspor di luar negeri sangat banyak, sehingga ini merupakan sebuah potensi yang sangat besar ke depannya," kata Hery.

"Satu hal yang pasti, kami di Kecamatan Matur sangat berterima kasih kepada Pak Hery yang telah membagi ilmu, pengalaman dan relasi bisnis yang dimiliki oleh beliau demi perkembangan kelompok tani di Kecamatan Matur khususnya, di Nagari Parik Panjang pada umumnya," terang dia.

"Ditambah lagi kami melakukan penanaman di lahan-lahan tidur yang selama ini tidak produktif, hal ini juga sejalan dengan program Agam menyemai yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Agam."

Menyikapi hal ini, ungkapnya, ke depan sudah disiapkan langkah-langkah sistematis. Dimulai dari pendataan lahan tidur yang ada, karena tidak menutup kemungkinan cabai rawit ini akan ditanam di nagari-nagari lain yang ada di Kecamatan Matur untuk memenuhi kebutuhan pasar, mencetak lahan, membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian, hingga nanti berujung kepada tindakan-tindakan yang bernilai ekonomi.

"Selain itu tentu kami juga akan menjalin kontak yang lebih intens dengan instansi-instansi terkait," tutur Tommy.

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah