MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-10-21 22:15 WIB

Kampung Durian Miliki Posyandu Remaja

<p>Kampung Durian Miliki Posyandu Remaja<p>

VALORAnews - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani mengapresiasi Posyandu Remaja Kampung Durian. Karena, Posyandu Remaja ini adalah...

Simulasi Penanganan Gempa RSUP M Djamil, Yusirwan: Untuk Ciptakan Kondisi Reflek Paramedis

AI Mangindo Kayo | Kamis, 26-04-2018 | 21:47 WIB | 249 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Simulasi Penanganan Gempa RSUP M Djamil, Yusirwan: Untuk Ciptakan Kondisi Reflek Paramedis<p>

Petugas medis RSUP M Djamil Padang, melarikan pasien ke luar ruangan yang jadi titik kumpul saat terjadi gempa besar, dalam simulasi yang digelar Kamis (26/4/2016). (vebi rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Kepanikan melanda RSUP M Djamil Padang. Gempa besar memporak-porandakan gedung RS tersebut. Para pasien dan pengunjung nampak panik.Petugas RS berusaha mengevakuasi pasien.

Di ruang Instalasi Gawat Darurat petugas berlarian mengevakuasi pasien diantara puing-puing reruntuhan. Di instalasi gizi nampak api mulai berkobar. Keluarga dan pasien nampak semakin panik.Suasana semakin mencekam.

Petugas pemadam kebakaran yang datang mulai berusaha memadamkan api. Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) dibantu oleh TNI-Polri ikut mengevakuasi korban. Tenda-tenda Darurat pun mulai disiapkan. Sementara pasien mendapat perawatan di halaman IGD.


Untungnya, suasana tersebut hanyalah bagian dari simulasi yang dilakukan BPBD dalam rangka hari kesiap-siagaan bencana 2018.

Menurut Plt Kepala BPBD Sumbar, Rumainur, kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Untuk Padang sendiri kegiatan ini dilakukan di 40 titik.

"Khusus di RSUP M Djamil tidak hanya dilakukan latihan evakuasi saja tapi juga menambahkan dengan latihan Hospital Disaster Program (Hosdip) yang merupakan dasar RS untuk melakukan tindakan apabila terjadi bencana," papar Rumainur.

Hosdip sudah beberapa kali dilakukan di RS M Djamil. Kali ini, terangnya, dilakukan serentak dengan hari kesiapsiagaan bencana. Untuk kegiatan ini Sumbar ditargetkan sekitar 500 ribu orang ikut berpartisipasi.

Sementara, Direktur Utama RSUP M Djamil, Yusirwan mengatakan, kegiatan ini bertujuan menciptakan kondisi reflek artinya petugas terbiasa dengan menghadapi kondisi darurat sehingga petugas tidak gagap atau panik.

Yusirwan juga memastikan kegiatan ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas pelayanan di RS.

"Simulasi ini tidak menggannggu pelayanan. Semua yang terlibat dalam simulasi ini adalah petugas RS yang sedang lepas dinas, ditambah dengan keluarga pasien serta mahasiswa. Sebelum simulasi, kita juga selalu mengingatkan pasien dan pengunjung bahwa akan diadakan kegiatan ini sehingga mereka tidak kaget," terangnya.

Kegiatan ini sendiri melibatkan seluruh personel BPBD, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, TNI-Polri serta Tagana. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar