MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-07-19 13:29 WIB

Pendiri Mustika Ratu Puji Limapuluh kota

<p>Pendiri Mustika Ratu Puji Limapuluh kota<p>

VALORAnews - Hj BRA Mooryati Soedibyo mengapresiasi keelokan alam dan keramahtamahan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Ia berharap, seluruh...

102 Korong Deklarasi Stop BAB Sembarangan

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 05-05-2018 | 22:43 WIB | 293 klik | Kab. Padang Pariaman
<p>102 Korong Deklarasi Stop BAB Sembarangan<p>

Menteri Kesehatan, Nila F Moloek foto bersama usai menghadiri kegiatna pencanangan pemenuhan target 100 Korong Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) program Sanitasi di Pemkab Padangpariaman, kemarin. (istimewa)

VALORAnews - Salah serang walikorong di Kabupaten Padangpariaman, mewakili 102 Korong mendeklarasikan sebagai Korong yang telah bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan dihadapan Menkes saat kunjungan ke Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (5/5/2018).

Dalam deklarasinya menyampaikan bahwa di 102 Korong tersebut tidak akan terdapat lagi pelaku Buang Air Besar Sembarangan dan telah menggunakan jamban sehat. Deklarasi ini sebagai wujud pemenuhan target 100 Korong Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat tahun 2017 yang sering dikemukakan Pemkab Padang Pariaman tempo lalu.

Stop Buang Air Besar sembarangan (Stop BABS) merupakan program nasional melalui RPJMN yang ditargetkan tuntas pada tahun 2019.


Dalam pidatonya menekankan pentingnya pemerintah untuk menurunkan angka stunting, dimana stunting selain masalah pemenuhan pangan dan gizi juga berhubungan langsung dengan sanitasi yang buruk.

Stunting, dijelaskan oleh Menkes tidak hanya anak dengan tubuh pendek tapi juga pertumbuhan otak yang lamban, sehingga anak-anak kalah saing secara kualitas dan menurukan kulaitas Sumberdaya Manusia.

Menkes juga menyinggung orang minang yang selama ini melahirkan banyak orang hebat harus tetap mempertahankan generasi yang hebat.

"Kalau anak-anak kita sudah stunting di minangkabau, nanti bagaimana melahirkan generasi hebat seperti Agus Salim lagi. Oleh sebab itu, semua pihak harus peduli terhadap masalah gizi dan sanitasi," sebutnya.

Menkes juga mengajak para perantau seperti Gebu Minang untuk juga ikut berpartisipasi terhadap masalah ini, Nila F Moeloek juga menyebutkan agar para perantau menghidupkan kembali gerakan 100 rupiah untuk masyarakat.

"Saat saya bertemu Ketua Gebu Minang, Bapak Oso (Oesman Sapta-red), ayo dong pak kita gerakkan kembali gerakan 1000 rupiah," sebut wanita yang uga keturunan Minang ini.

Menkes juga menyebutkan telah membuat berbagai skema agar dana desa dapat berkontribusi besar dalam penurunan angka stunting.

Terkait 102 Korong SBS, Menkes berseloroh akan menggantung Dirjen Penyehatan Lingkungan Imran Agus Nurali jika 102 Korong ODF masih melakukan BAB Sembarangan.

"Jika Korong yang suda deklarasi tadi ditemukan masih BAB Sembarang, maka saya akan gantung pak Imran Agus," selorohnya.

Sehubungan dengan masih banyaknya masyarakat yang melakukan BAB Sembarang, Menkes juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang tidak baik terkait kolam yang sering dijadikan penampung tinja.

"Di sini, jangan ada lagi ikan yang makan itu ya," sebut Nila yang disambut tawa para tamu.

Saat dikonfirmasi wartawan, terkait jika Kabupaten tidak mencapai target RPJMN Akses universal 100 persen sanitasi, Nila F Moeloek menjawab yakin tercapai. "Jjangan mikir yang jeleklah, yakin tercapai. Kita sudah siapkan cetakan pembuatan jamban di setiap Puskesmas agar pembuatan jamban dimasyarakat murah," tandasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Merry Yuliesday menantang Kabupaten Padangpariaman tidak hanya SBS Korong, tapi bisa SBS tingkat Kecamatan. "Di Sumbar, baru ada 1 Kecamatan yang SBS. Saya menantang Padangpariaman untuk SBS Kecamatan," tantang Merry yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ubah Perilaku Masyarakat

Sementara Itu, Zainal Abadi Koordinator Advokasi Sanitasi di LP2M menyebutkan untuk mempercepat pencapaian Sanitasi adalah lewat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang merupakan pendekatan untuk mengubah prilaku masyarakat dengan melakukan pemicuan. Instruksi tentang STBM sendiri, menurut Zainal, sudah terbit di Padangpariaman, tinggal lagi bagaimana komitmen pelaksanaan STBM. Selain itu, menurutnya, perlu ada satu tokoh ataupun satu kelompok yang menjadi penggerak pelaksanaan STBM. "Ide tentang penuntasan jambanisasi dimasyarakat sudah banyak muncul seperti menggerakkan dana rantau, meningkatkan dana nagari untuk sanitasi, kredit jamban. Hanya saja siapa tokoh atau siapa lembaga yang mengawal ide-ide ini jalan," terangnya. Untuk itu, lanjut Zainal perlu ada kelembagaan yang semi otonom yang berbasis swadaya ditunjuk oleh Pemkab untuk menggerakkan STBM. (rls/kyo) Menteri Kesehatan, Nila F Moloek foto bersama usai menghadiri kegiatna pencanangan pemenuhan target 100 Korong Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) program Sanitasi di Pemkab Padangpariaman, kemarin. (istimewa)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Alex Indra Lukman mengucapkan selamat hari raya idul fitri

Komentar

Berita Ranah

PILKADA KOTA PADANG 2018