MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-05-23 18:18 WIB

Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang

<p>Lelang Jabatan Satpol PP dan Damkar Diulang<p>

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) kembali akan mengulang lelang jabatan bagi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan...

Nagari Sungai Kunit Gelar Tradisi Maarak Rajo

AI Mangindo Kayo | Kamis, 17-05-2018 | 16:11 WIB | 330 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Nagari Sungai Kunit Gelar Tradisi Maarak Rajo<p>

Maarak Rajo prosesi budaya jelang bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya oleh masyarakat Nagari Sungai Kunit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan. (diky lesmana/valoranews)

VALORAnews - Masyarakat Nagari Sungai Kunit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, gelar acara adat 'Maarak Rajo' (Arak-arakan Raja), Rabu (16/5/2018). Prosesi adat ini, merupakan tradisi turun temurun yang rutin digelar setiap tahunnya jelang bulan suci Ramadhan.

Rajo Rantau 12 Koto, Tantua Rajo Sailan mengatakan, prosesi ini diawali dengan arak-arakan niniak mamak yang diiringi tari-tarian tradisional beserta pencak silat dan membawa dulang yang berisi ramuan limau.

"Para datuak ini, menjemput rajo ke kediamannya. Kemudian, secara bersama-sama melakukan arak-arakan ke lokasi tempat balimau atau lokasi mensucikan diri yang berada di dekat pemakaman leluhur," katanya.


Setelah sampai di lokasi itu, rajo yang diikuti oleh ninik mamak, melakukan penyucian diri dengan cara mengusapkan air perasan limau atau jeruk tadi ke bagian kepala.

"Setelah itu, diiringi oleh masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Penutup, saling berjabat tangan dan bermaafan," jelasnya.

Menyoal, filosofi dari perasan air jeruk itu dimaksud dengan pembersihan diri. Buah jeruk sejatinya menjadi buah yang dapat membersihkan kotoran. Jika diimplementasikan dalam kehidupan jeruk sebagai pembersih diri.

"Air jeruk tadi juga terdapat ramuan, akar alang-alang, akar rumput pilihan dan akar jeruk ditambah dengan ramuan laiinnya. Sehingga memiliki aroma yang wangi," ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar masyarakat di sini setiap tahunnya sejak zaman leluhur. Diperkirakan, telah dilakukan sejak ratusan tahun lalu.

Sementara itu, Camat Sangir Balai Janggo, Muslim mengatakan, kegiatan ini termasuk dalam kegiatan prosesi budaya yang telah teragendakan setiap tahunnya.

"Kita akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang masuk dalan kalender pariwisata. Karena, kegiatan seperti ini pada saat ini sudah melai langka dan ini perlu dilestarikan," katanya.

Menurutnya, jika kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan. Tentu, akan menyedot perhatian terutama para wisatawan. Ini mampu menjadi magnet kunjungan wisata ke daerah ini. (dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Solok Selatan