MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2018-10-20 19:04 WIB

Mahyeldi Temukan Aneka Pelanggaran Pasar Raya dan Pantai Padang

<p>Mahyeldi Temukan Aneka Pelanggaran Pasar Raya dan Pantai Padang<p>

VALORAnews - Terciptanya Padang sebagai kota yang aman, nyaman dan tertib, selalu ditekankan Walikota Padang, H Mahyeldi kepada setiap warga di...

Air Asia Padang-Singapura Ditutup, KL-Padang Jadi 3 Kali Sepekan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 17-05-2018 | 16:45 WIB | 243 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Air Asia Padang-Singapura Ditutup, KL-Padang Jadi 3 Kali Sepekan<p>

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul AbiT gelar rapat yang dipimpin Staf Khusus Bidang Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Yudi Rifajantoro di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (15/5/2018). Rapat terkait penutupan penerbangan Air Asia dari Padang-Singapura. (humas)

VALORAnews - Penerbangan Air Asia Padang - Singapura untuk sementara ditutup. Hal ini dipicu minimnya load factor (penumpang minim) selama 3 bulan, hanya 23 persen pulang-pergi. Hal itu belum mampu menutup biaya operasional Air Asia.

"Mereka telah memindahkan hampir semua stafnya kedaerah lain yang lebih produktif," ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengungkapkan hasil pertemuan rapat yang dipimpin Staf Khusus Bidang Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Yudi Rifajantoro di Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Hadir dalam kesempatan Kadis Pariwisata, Kadishub Sumbar, manejemen Air Asia, PT Angkasa Pura 2 Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dari pengamat pariwisata Singapura hadir, Sulaiman dan Robert.


Nasrul Abit menyampaikan, Air Asia telah memutuskan untuk sementara tutup sembari dilakukan evaluasi kembali bagaimana cara promosi yang paling efektif dilakukan di Singapura. Dari penuturan mereka ada kerugian lebih kurang Rp5 miliar dalam waktu tiga bulan ini.

"Sayangnya, penutupan penerbangan Air Asia Padang-Singapura ini, baru diberitahu dua hari ini. Kita menyadari penduduk Singapura belum kenal wisata Sumatera Barat, padahal potensi wisatanya dari jumlah penduduk 4 juta jiwa, rata-rata kunjungan mereka berwisata ada 12 juta dalam setahun," terang dia.

Berarti, ada 3 kali warga Singapura ini liburan jalan-jalan wisata dan bisnis dalam setahun. Mereka telah kunjungi Sumatera Utara, Bandung, Jakarta, Bali dan mereka suka pergi ke pantai dan shoping seperti di Bandung. "Itulah kenapa kita berminat membangun penerbangan Padang-Singapura agar daerah kita mudah dikunjungi," ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit mengatakan, minggu depan direncanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengundang salah seorang pakar pariwisata Singapura, datang ke Sumbar untuk melihat objek wisata yang ada di daerah ini guna dipromosikan dinegara mereka.

"Apa yang kurang dan apa yang mesti kita perbaiki tentu akan kita upayakan seperti Pasar Ateh Bukittinggi. Jika selesai, tentu dapat menjadi pasar yang layak mereka dapatkan, karena spesifik produksi kita tentu punya khas tersendiri pula," terangnya.

"Wisata pantai kita benahi, apakah Kawasan Mandeh, dan beberapa tempat cantik di pulau-pulau dan pantai di daerah lainnya di Sumatera Barat."

Kemudian, minggu kedua bulan Ramadhan, dilanjutkan rapat kembali dengan tim dari Kemenpar, Air Asia, Angkas Pura 2, Pemprov dan Asita. "Mudah-mudahan, ada solusi untuk terbang (Air Asia) kembali Padang- Singapura," terangnya.

Sementara waktu, terang dia, ada kabar baru dari Air Asia bahwa sekarang mereka sudah menambah frekuensi penerbangan Padang-Kuala Lumpur dari 2 kali menjadi 3 kali sehari sebagai alternatif perkembangan kunjungan wisata Singapura-Padang. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Bisnis