MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-10-15 19:27 WIB

Pemko Padang Koordinasi dengan BPK, Ini Perintah Mahyeldi

<p>Pemko Padang Koordinasi dengan BPK, Ini Perintah Mahyeldi<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, H Mahyeldi didampingi beberapa orang kepala SKPD melakukan pertemuan dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI...

Andrinof A Chaniago akan Bicara Bonus Demografi dan Era Digital di UNP

AI Mangindo Kayo | Kamis, 24-05-2018 | 16:26 WIB | 517 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Andrinof A Chaniago akan Bicara Bonus Demografi dan Era Digital di UNP<p>

Komisaris Utama (Komut) Bank BRI, Andrinof A Chaniago saat mengisi kuliah umum di ISI Padangpanjang, Jumat (25/5/2018). (istimewa)

VALORAnews - Setelah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kereta Bandara dan kawasan Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof Dr Hamka II, Senin (21/5/2018), Komisaris Utama (Komut) Bank BRI, Andrinof A Chaniago dijadwalkan akan mengisi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (25/5/2018).

Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, akan berbicara tentang Kewirausahaan Sosial untuk Menjawab Tantangan Dekade Bonus Demografi dan Era Digital. Menurut dia, di masa yang akan datang ada dua hal yang akan dihadapi mahasiswa yang sedang kuliah saat ini dalam menghadapi kompetisi yang keras dalam mencari pekerjaan.

"Pertama, tahun 2020 mereka akan masuk ke dalam keranjang bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif jumlahnya terbesar dalam sejarah. Itu akan berlangsung satu dekade (2020-2030). Kemudian yang kedua, bersamaan dengan bonus demografi, para pencari kerja juga akan berhadapan dengan era digital yang akan menciutkan kesempatan kerja. Era digital ditandai dengan diambil alihnya banyak jenis pekerjaan oleh teknologi informasi dan sistem digital," kata Andrinof melalui pesan whatsapp, Kamis (24/5/2018).


Untuk menghadapi tantangan itu, Andrinof mengatakan, kewirausahaan sosial merupakan salah satu jawabannya.

"Kewirausaan sosial paduan dari dua cita-cita dalam hidup. Pertama, meningkatkan kesejahteraan secara material, memproduksi suatu barang dan jasa, lalu mendapatkan keuntungan. Kedua, memecahkan masalah sosial bagaimana menghadapi ketimpangan, menyediakan lapangan pekerjaan dan menciptakan harmoni dalam berbangsa dan bernegara," jelas pakar ekonomi Universitas Indonesia ini.

Menurut Andrinof, mahasiswa tidak cukup berpangku tangan. Lulusan universitas harus meningkatkan produktifitas dan posisi tawar.

"Mahasiswa sekarang wajib mengenali apa itu era digital, atau Revolusi Industri 4.0, jika tidak ingin menjadi objek yang dikendalikan.Revolusi Industri 4.0 bisa jadi sebuah ancaman. Tetapi, juga bisa jadi peluang besar bagi Indonesia jika jeli dan siap memanfaatkannya," terang Andrinof.

Anak muda juga harus kreatif dan inovatif serta menyesuakan diri dengan teknologi. Misalnya memanfaatkan media sosial atau website. (skm)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar