MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 23:28 WIB

Ulu Aie Bakal Jadi Sentra Produksi Bawang Merah

<p>Ulu Aie Bakal Jadi Sentra Produksi Bawang Merah<p>

VALORAnews - Kenagarian Persiapan Ulu Aie, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota bakal menjadi sentra produksi bawang merah. Hal itu terlihat...

Relokasi PKL Kelok 9 Dekati Final

AI Mangindo Kayo | Kamis, 01-06-2018 | 21:22 WIB | 189 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Relokasi PKL Kelok 9 Dekati Final<p>

Kepala BKSDA Sumbar Erly Sukrismanto dan Asisten Pemerintahan Setkab Limapuluh Kota Drs. Deddy Permana mensosialisasikan penataan PKL Kelok 9 terhadap para pedagang di gedung pertemuan eks BP4K di Tanjung Pati, Kamis (31/5/2018). (humas)

VALORAnews - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Fly Over Kelok 9 makin mendekati final. Kini, seluruh PKL sudah kebagian nomor petakan tempat berjualan sementara, setelah dilakukannya loting.

Pengambilan nomor loting lokasi lapak bagi pedagang itu dipimpin Asisten Pemerintahan Setkab Limapuluh Kota, Deddy Permana bersama Kepala BKSDA Sumatera Barat Erly Sukrismanto, pihak Pemprov Sumbar dan Polres Limapuluh Kota usai sosialisasi pemindahan terhadap para PKL Kelok 9 di gedung pertemuan eks BP4K Tanjung Pati, Kamis (31/5/2018).

"Sesuai pendataan kita bersama sebelumnya, maka hari ini kita melakukan loting nomor lapak yang berjumlah 156 petak buat 156 orang PKL lama. Kita berharap, loting berjalan aman dan lancar," ungkap Dedy di hadapan seratusan pedagang Kelok 9.


Dikatakan Deddy, sesuai rencana pembangunan lapak yang baru dan pemindahan dagangan PKL dimulai 1 sampai 3 Juni 2018.

Sebelumnya, Erly Sukrismanto mensosialisasikan, kegiatan berdagang di dalam TWA Air Putih Kelok 9 secara hukum saat ini tidak sah. Sebab, PKL yang menghuni badan jalan Kelok 9 itu tidak memiliki izin IUPSWA atau IUPJWA.

Keberadaan lapak-lapak PKL di lokasi Fly Over tersebut akan merusak konstruksi jembatan layang Kelok Sambilan. Selain itu juga membuat macet arus lalu-lintas terutama di hari libur, serta mengundang sampah.

"Menyikapi kondisi itu, maka dalam jangka pendek dilakukan pemindahan pedagang sementara. Sedangkan penanganan jangka panjang, pihak pemerintah bakal menyediakan tempat usaha permanen yang direncanakan mulai tahun 2019 mendatang," papar Erly.

Menurutnya, peresmian lapak sementara itu diharapkan sudah bisa diresmikan tanggal 4 Juni mendatang. Pasca pemindahan, akan dilanjutkan dengan pengawasan dan pemantauan oleh BKSDA bersama Satlantas Polres Limapuluh Kota dan Satpol PP Kabupaten Limapuluh Kota. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Lima Puluh Kota