MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-08-20 21:56 WIB

Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda

<p>Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda<p>

VALORAnews - Wakil Bupati limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (Sultan Purnama Agung)bersama Raja, Ratu, Sultan dan pemangku gelar adat yang tergabung...

Hendra Irwan Rahim Ingatkan Bahaya LGBT dan Narkoba di Nagari Tigo Jangko

AI Mangindo Kayo | Selasa, 05-06-2018 | 14:23 WIB | 153 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Hendra Irwan Rahim Ingatkan Bahaya LGBT dan Narkoba di Nagari Tigo Jangko<p>

Ketua DPRD, Hendra Irwan Rahim secara simbolis menyerahkan bantuan hibah pada pengurus Masjid Darul Huda Koto Panjang, Kamis (31/5/2018) malam saat memimpin Safari Ramadhan DPRD Sumbar. (humas)

VALORAnews -- Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim memuji Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanahdatar yang telah memiliki peraturan nagari tentang penyakit masyarakat dan muda-mudi. Selain itu, Hendra yang juga putra asli Lintau, memuji keaktifan masyarakat melaksanakan ronda untuk mengantisipasi tindak kriminal.

"Aturan ini diharapkan bisa mengantisipasi berbagai penyakit masyarakat seperti pergaulan bebas, narkoba, tawuran dan lainnya," ungkap Hendra saat memimpin Safari Ramadhan DPRD Sumbar di Masjid Darul Huda Koto Panjang, Kamis (31/5/2018) malam.

Menurut Hendra, seiring dengan makin majunya suatu negara, maka bertambah banyak kelakuan masyarakatnya. Sayangnya, kelakuan masyarakat itu cenderung ke arah perilaku negatif.


"Sekarang sudah ada LGBT yang berarti lesbian, gay, bisex dan transgender. Ini bukan sekadar hubungan perempuan dan laki-laki, tapi sesama jenis. Rata-rata mereka yang mengidak penyakit ini adalah orang berpendidikan," terang Hendra sembari berharap hal itu tak terjadi di Lintau.

Untuk mengatasi penyakit masyarakat ini, Hendra menawarkan solusi, untuk menghidupkan kembali budaya ke surau yang akan jadi langkah awal memupuk keimanan dan ketakwaan masyarakat.

"Generasi muda harus ditanam paham agama. Harus jadi budaya bagi anak muda kita itu, pergi ke masjid. Tolong kita jaga, kita pantau, anak keponakan kita," ungkap Hendra.

Bahaya lainnya selain LGBT, menurut Hendra, yakni makin merebaknya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba). Perederan barang haram itu bahkan telah menyasar pedesaan.

"Kalau sudah terlibat, sulit diobati. Kalaupun sudah jalani rehabilitasi, jika tidak terawasi, maka dapat terjerumus kembali," terangnya.

"Lintau ini daerah perlintasan. Kita perlu waspada. Memantau siapapun yang datang, laporkan pada wali nagari dan polisi, jika ada yang mencurigakan," tambah Hendra.

Menurut Hendra, peran orangtua, ninik mamak, alim ulama dan para tokoh masyarakat sangat dibutuhkan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkoba. Upaya pecegahan lebih baik dilakukan dengan pengawasan yang ketat, dari pada terlambat ketika generasi terlanjur menjadi pecandu.

"Para orangtua hendaknya membentengi anak-anak dengan bekal iman, begitu juga kaum ninik mamak dan alim ulama dan para tokoh masyarakat," ingatnya dihadapan jemaah masjid yang berlokasi di Koto Panjang, Jorong Gunung Saribu, Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo itu.

Diakhir kegiatan, Hendra menyerahkan bantuan hibah Pemprov Sumbar ke pengurus masjid sebesar Rp20 juta dan bantuan lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah