MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

Irfendi Minta Peminta Sumbangan di Jalan Ditertibkan

AI Mangindo Kayo | Rabu, 06-06-2018 | 00:11 WIB | 182 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Irfendi Minta Peminta Sumbangan di Jalan Ditertibkan<p>

Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi. (humas)

VALORAnews - Bupati Limapuluh Kota, H Irfendi Arbi menginstruksikan camat dan walinagari, untuk menertibkan aktivitas meminta sumbangan di jalan raya. Apalagi dalam bulan Ramadhan ini arus lalulintas di jalan relatif padat dan rawan terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

"Saya minta seluruh camat dan wali nagari untuk melarang dan menertibkan aksi meminta sumbangan di jalan raya berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil. Sebab, kegiatan itu rawan terjadinya kecelakaan lalu-lintas seperti yang terjadi di Kenagarian Sungai Rimbang Kecamatan Suliki, baru-baru ini," ungkap Irfendi Arbi, Selasa (5/6/2018).

Disamping membahayakan keselamatan para pengguna jalan, kegiatan pengumpulan sumbangan tersebut juga akan mengganggu kelancaran arus lalu-lintas kendaraan hingga membuat kemacetan. Selain itu, pengumpulan sumbangan di jalan juga bertentangan dengan dengan peraturan perundang-undangan berlaku, sekalipun itu untuk rumah ibadah maupun kegiatan sosial lainnya.


"Aktivitas pengumpulan sumbangan di jalan raya merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan berlaku. Sebab, ini bertentangan dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," papar dia.

Dia mengimbau masyarakat, untuk tidak lagi melakukan aktivitas pemungutan sumbangan di jalan. Sebab, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan dana seperti untuk kegiatan agama atau sosial tersebut.

"Saya mengimbau warga tidak lagi meminta sumbangan di jalan yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kita tidak ingin peristiwa kecelakaan yang diduga terjadi akibat adanya aktivitas pengumpulan sumbangan di jalan raya di Nagari Sungai Rimbang Suliki itu terulang," ingat Irfendi.

Apalagi, lanjut Irfendi, dewasa ini jalan raya senantiasa padat dengan kendaraan yang lalulintas menyusul mulai adanya arus mudik menjelang lebaran.

"Kita tidak memperkenankan masyarakat melakukan pengumpulan sumbangan di jalan raya. Untuk itu, sekali lagi saya minta kepada para Camat untuk berkoordinasi dengan tiga pilar pada masing-masing kecamatan dan nagari termasuk dengan para tokoh masyarakat untuk melakukan penertiban dan pembinaan terhadap aksi mengumpulkan sumbangan di jalan raya tersebut," ulang Irfendi.

Sebelumnya dalam sejumlah media massa diberitakan, sebanyak delapan orang warga mengalami luka serius setelah ditabrak kendaraan ketika melakukan kegiatan pengumpulan sumbangan di jalan raya ruas Jorong Ateh Koto Kenagarian Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Sabtu (2/6/2018). (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Lima Puluh Kota