MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:04 WIB

Pemilih Emak-emak Kuasai DPT Pemilu 2019 di Pessel

<p>Pemilih Emak-emak Kuasai DPT Pemilu 2019 di Pessel<p>

VALORAnews - Pemilih perempuan atau pemilih emak-emak mendominasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), untuk pemilu 2019...

Gempabumi Tektonik 5,0 SR Guncang Liwa

AI Mangindo Kayo | Rabu, 06-06-2018 | 08:04 WIB | 93 klik | Nasional
<p>Gempabumi Tektonik 5,0 SR Guncang Liwa<p>

Ilustrasi lokasi gempa Liwa, dengan magnitudo 5,0 SR, Rabu (6/6/2018), pukul 06.00. WIB.

VALORAnews - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempabumi tektonik dengan magnitudo 5,0 SR, Rabu (6/6/2018), pukul 06.00. WIB. Hasil analisis pemutakhiran menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan 4,8 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,21 LS dan 103,56 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 120 km arah selatan Kota Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung pada kedalaman 63 km," ungkap Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima, beberapa saat lalu.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, terang Rahmat, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.


"Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan, gempabumi ini dipicu aktivitas penyesaran naik mendatar (oblique thrust)," terangnya.

Berdasarkan informasi dari masyarakat gempabumi ini dirasakan di Semaka II SIG-BMKG (IV MMI), di Liwa, Bengkunat pesisir barat, dan Wonosobo Lampung II SIG-BMKG (II-III MMI).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," terangnya.

Hingga pukul 06.51 WIB, ungkap Rahmat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). "Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," harap dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar