MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Penumpang Wing Air Lontarkan Candaan Bom, Dwi: Pelaku Diamankan, Penerbangan Dibatalkan

AI Mangindo Kayo | Senin, 11-06-2018 | 21:04 WIB | 246 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Penumpang Wing Air Lontarkan Candaan Bom, Dwi: Pelaku Diamankan, Penerbangan Dibatalkan<p>

Ilustrasi.

VALORAnews -- Melontarkan kalimat kardus yang dibawa berisi bom saat ditanya pramugari Wings Air, Serda NS diamankan petugas keamanan PT AP2 BIM, Senin (11/6/2018) sore. Sebanyak 72 orang penumpang pesawat dengan rute Padang-Jambi yang tengah bersiap lepas landas, akhirnya diturunkan kembali ke terminal untuk jalani pemeriksaan ulang.

"Pesawat IW 1293 itu tertunda jadwal keberangkatannya selama 50 menit, gara-gara adanya penumpang yang menjawab kardus yang dibawanya berisi bom saat ditanya pramugari," ungkap Executif GM PT AP2 BIM, Dwi Ananda Wicaksana, dalam pesan singkat yang diterima.

Ditambahkan Humas PT AP2 BIM, Fendrick Sondra, Serda NS yang bertugas di Aceh, tengah dalam perjalanan mudik libur lebaran 1439 H ke kampungnya di Jambi. Dia berangkat dari Aceh menuju Medan lalu transit di Padang, untuk kemudian berganti pesawat ke Jambi.


Dikatakan Fendrick, begitu Serda NS mengatakan kardus yang dibawanya berisi bom, pramugari langsung melapor ke capten pilot.

"Seluruh penumpang diturunkan kembali, sedangkan Serda NS langsung dibawa ke posko pengamanan bandara oleh petugas Avsec AP2 untuk diamankan oleh satuan TNI/Polri yang tengah BKO di BIM," terang Fendrick.

Setelah petugas Avsec AP2 tuntas memeriksa seluruh barang bawaan penumpang, terangnya, seluruh penumpang diminta untuk naik kembali. Sedangkan pelaku terus dimintai keterangannya oleh petugas.

"Kita mengimbau seluruh masyarakat, jangan sekali-kali pernah melontarkan gurauan (joke) Bom di Bandara. Candaan Bom itu melanggar UU dan aturan keamanan penerbangan," tegas Fendrik sembari mengungkapkan, kardus itu ternyata berisi Ransum milik pelaku. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar