MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-08-20 21:56 WIB

Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda

<p>Ferizal Ridwan Hadiri Peringatan Tahun Baru 1955 Caka Sunda<p>

VALORAnews - Wakil Bupati limapuluh Kota, Ferizal Ridwan (Sultan Purnama Agung)bersama Raja, Ratu, Sultan dan pemangku gelar adat yang tergabung...

Tiga Pekerja PT Supreme Energi Muaro Laboh Dihantam Pipa Gas

AI Mangindo Kayo | Selasa, 12-06-2018 | 22:21 WIB | 1380 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Tiga Pekerja PT Supreme Energi Muaro Laboh Dihantam Pipa Gas<p>

Salah satu sumur pengeboran PT Supreme Energi Muara Laboh.

VALORAnews - Diduga terhantam corong pipa saluran gas atau uap sumur eksploitasi panas bumi, seorang buruh PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), Solok Selatan, AR (50) tewas. Nyawa korban tak sempat tertolong dan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit daerah setempat.

Dari Informasi yang dirangkum, peristiwa naas itu terjadi saat korban yang berasal dari Garut, Jawa Barat itu sedang bekerja seperti biasa di perusahaan panas bumi di Liki Pinang Awan, Selasa (12/6/2018) di sumur F.

Saat bekerja, sekitar pukul 09.00 WIB, korban tengah melakukan uji coba terhadap pipa uap atau gas di sumur F perusahaan itu.


Namun petaka bagi pekerja uji uap tersebut, tiba-tiba corong pipa terlepas seketika karena tak kuasa menahan saluran uap panas. Akibatnya, tiga pekerja sekaligus terkena hantaman corong saat itu.

"Seorang pekerja di antaranya tewas, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Muaralabuh," kata Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Agustinus Pigay usai melakukan olah TKP.

Diketahui, dua korban yang selamat dari peristiwa tersebut yakni YR (33), warga Alai Sako dan HD warga Laweh, Kecamatan Sungai Pagu. Kedua korban saat ini masih dalam keadaan trauma dan menjalani perawatan di RSUD Muaralabuh.

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya akan menyelidiki penyebab kematian korban. "Dugaan sementara karena kecelakaan kerja. Kita masih selidiki," pungkasnya.

Sementara itu, Field Representative PT SEML, Bujang Joan Dt Panyalai saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp membenarkan kejadian itu.

"Penyebabnya belum diketahui pasti dan masih diselidiki. Secepatnya kami akan menggelar pers release secara resmi," katanya. (dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah