MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 06:35 WIB

Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018

<p>Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018<p>

VALORAnews -- Portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan (CPNS) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alamat http://sscn.bkn.go.id...

Tiga Gempa Susulan Iringi Gempa 5.0 SR di Zona Megathrust

AI Mangindo Kayo | Senin, 25-06-2018 | 18:25 WIB | 170 klik | Kab. Mentawai
<p>Tiga Gempa Susulan Iringi Gempa 5.0 SR di Zona Megathrust<p>

Peta guncangan gempa berkuatan 5,0 SR di kawasan Zona Megathrust Mentawai, Senin (25/6/2018), pukul 13.22 WIB. (humas)

VALORAnews - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempabumi tektonik berkekuatan 5,0 SR, Senin (25/6/2018), pukul 13.22 WIB. Hasil analisis update BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan 4.9 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,86 LS dan 100,08 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 104 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 24 km," ungkap Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima kemarin.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, terangnya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.


Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault)," terangnya.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan menimbulkan kerusakan di Pulau Pagai dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 14.27 WIB, monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 (tiga) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan antara 4.1 SR sampai dengan 4.4 SR. "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," terangnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar