MITRA VALORA NEWS

"Sang Kadal" Telah Berpulang dari Tiga Serangkai Seperjuangan

AI Mangindo Kayo | Selasa, 03-07-2018 | 21:28 WIB | 190 klik | Nasional
<p>" />

Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan berdialog dengan Presiden Joko Widodo saat melayat ke rumah duka almarhum Paulus Manek, Staf Ahli Kantor Presiden (KSP), Sabtu (30/6/2018). (humas)

VALORAnews - Mendengar kabar duka wafatnya Paulus Manek, Staf Ahli Kantor Presiden (KSP), karena sakit jantung yang dideritanya, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan langsung menuju RS St Carolus Jakarta, untuk memberikan penghormatan yang terakhir sebelum almarhum diterbangkan ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur, Sabtu (30/6/2018).

Ferizal Ridwan mengatakan sangat kehilangan atas wafatnya sosok yang aktif berperan dalam khaul dan pemindahan jasad Tan Malaka itu serta telah banyak memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Limapuluh Kota.

"Atas nama pribadi dan Kabupaten Limapuluh Kota, kita menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, atas wafatnya Pak Paulus Manek. Kita kehilangan. Beliau telah banyak memberikan bantuan dan dukungan," terangnya.


"Tiga tahun terakhir, hampir tiap bulan beliau datang ke Limapuluh kota. Banyak hal yang beliau usulkan dan perjuangkan. Mulai dari masalah Harau menuju dunia, soal bencana alam serta pengerukan Batang Maek dan Kapur. Pembangunan pertanian, masalah sejarah dan peradaban. Selain itu beliau juga aktif dalam prosesi khaul dan pemindahan jasad Tan Malaka," kenang Ferizal yang akrab disapa buya itu.

Ferizal Ridwan mengakui, sebagai tenaga ahli utama di KSP, almarhum Paulus Manek banyak memperkenalkan para pejabat dan petinggi negara dengan harapan bisa meningkatkan koneksi dan jaringan demi kemajuan Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk perkenalan dirinya dengan Presiden Jokowi.

"Setahun lalu beliau ditugaskan Presiden di KSP sebagai tenaga ahli utama di Deputi V. Banyak para petinggi negara berikut jaringan yang dimilikinya, telah diperkenalkan ke kita, termasuk teman dekat beliau, Pak Jokowi. Hampir disetiap departemen telah kami kunjungi untuk bertandang dan berdiskusi untuk kemajuan Kabupaten Limapuluh Kota," ungkap Ferizal.

Ferizal Ridwan mengatakan, saat di rumah duka dirinya kembali diperkenalkan oleh salah satu teman dekat almarhum secara khusus kepada Presiden Jokowi, dan kerabat lainnya.

"Meski dalam kondisi berduka, saya merasa sangat bangga bisa diperkenalkan dalam keluarga besar persaudaraan mereka terutama dengan Pak Jokowi, serta keluarga dan kerabat mereka termasuk dalam keluarga besar KSP," ungkap Ferizal.

"Selanjutnya, pesan Pak Jokowi, kami diminta melanjutkan cita-cita dan perjuangan Pak Paulus melalui Masmar (Mariono), sebab perjuangan dan upaya itu semua tidak boleh berhenti, dan masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan," pungkas orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota ini.

Sementara itu, Mariono, salah satu teman dekat almarhum mengenang, almarhum Paulus Manek mengaku telah bersama-sama dengan Pak Jokowi sejak 1994 silam, dengan istilah Tokek, Kadal dan Buaya. Mulai dari Solo sampai Pak Jokowi sukses menjadi presiden.

"Di rumah duka ini, bersama Pak Jokowi, tiga serangkai (Tokek, Kadal dan Buaya), dipertemukan dalam suasana duka dan kadal dalam kondisi tiada," kata Mas Mar, pangilan akrab Mariono. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar