MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 06:35 WIB

Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018

<p>Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018<p>

VALORAnews -- Portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan (CPNS) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alamat http://sscn.bkn.go.id...

Nagari LGU Ingin Mandiri melalui Potensi Wisata, Ini Kiat yang Dilakukan

AI Mangindo Kayo | Jumat, 06-07-2018 | 20:40 WIB | 268 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Nagari LGU Ingin Mandiri melalui Potensi Wisata, Ini Kiat yang Dilakukan<p>

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria saat memgunjungi pulau mutiara beberapa waktu lalu. (humas)

VALORAnews - Mewujudkan nagari mandiri berbasis wisata, Pemerintah Nagari Lubuk Gadang Utara (LGU), Kabupaten Solok Selatan (Solsel) semakin konsisten membangun kawasan wisata Pulau Mutiara yang berlokasi di nagari itu.

Hal ini selaras dengan tujuan yang dirembuk oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam penyaluran dana desa untuk membangun desa berbasis wisata, budaya dan ekonomi kreatif.

"Poros pembangunan desa melalui dana desa sudah mulai harus diratakan. Jika selama tiga tahun belakangan pembangunan desa lebih fokus kepada infrastruktur fisik yang menunjang konektivitas antardesa, tahun 2017 lalu dan kini pemerintah mulai menggaungkan pembangunan desa yang bakal memberikan keuntungan berkelanjutan," kata Walinagari LGU, Syafrudin R.


Artinya, lanjut Syafrudin, dengan dana desa yang ada setiap desa didorong untuk mulai menggarap potensi desanya dan wisata salah satunya. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya tengah memaksimalkan potensi wisata nagari Pulau Mutiara untuk dikembangkan demi menunjang kemandirian yang dicita-citakan itu.

"Tujuannya sederhana, agar nagari kita ini mulai bisa mandiri untuk membiayai pembangunannya sendiri nantinya. Apabila digarap serius, maka bukan tak mungkin nagari ini bakal mandiri secara penuh untuk melakukan pembangunan," ujarnya.

Setidaknya, tambah Syafrudin, keberadaan Pulau Mutiara di jorong Manggiu itu, telah memberi harapan segar bagi terwujudnya upaya kemandirian nagari. Lokasi yang dulunya semak belukar itu kian bersolek sejak dimulai penataannya dari tahun 2010 lalu, baik melalui swadaya masyarakat maupun lewat alokasi dana desa.

Untuk tahun ini, sebutnya, pagu dana desa yang digulirkan bagi peningkatan pembangunan kawasan tersebut sebesar Rp183,733 juta. Ini merupakan alokasi kedua setelah tahun 2016 lalu, juga telah disalurkan dana desa sebesar Rp75 juta untuk membuat batasan kawasan dengan tanah masyarakat di sekitarnya.

"Peruntukkan dana tahun ini, buat pembangunan lapangan volly ball dan lapangan futsal permanen termasuk land clearing kawasan. Bahkan, besok (hari ini, red) direncanakan akan diadakan rapat sosialisasi percepatan pembangunan kawasan Pulau Mutiara bersama Pemkab Solsel dan tokoh masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkan Sekretaris Nagari LGU, Safari Septiadi, Pulau Mutiara menjadi target pembangunan karena banyak potensi wisata yang terkandung dalam kawasan pulau yang dahulunya berada di antara sungai Batang Sangir itu. Selain sebagai lokasi finish arum jeram juga bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau nantinya.

Kemudian, katanya, juga bagus sebagai tempat liburan keluarga dan taman bermain anak karena nantinya di sana akan di buat kolam renang sebagai wahana bersuka ria. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat sumber perekonomian melalui gazebo yang rencananya juga akan dibangun.

"Sejauh ini, kawasan pulau ini telah dipakai untuk kegiatan rutin Kelompok Siaga Bencana (KSB) untuk latihan kesiapsiagaan. Lalu dipilih untuk pergelaran kegiatan jambore yang bakal digelar tiap tahun. Di sini pun telah dijadikan tempat olahraga pemuda pemudi nagari," katanya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar