MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 06:35 WIB

Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018

<p>Portal sscn.bkn.go.id Belum Bisa Diakses, Ini Penjelasan Pendaftaran CPNS 2018<p>

VALORAnews -- Portal sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Badan (CPNS) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alamat http://sscn.bkn.go.id...

Solsel Rancang Kiat Tingkatkan Produksi Padi, Apa Itu?

AI Mangindo Kayo | Selasa, 10-07-2018 | 18:14 WIB | 109 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Rancang Kiat Tingkatkan Produksi Padi, Apa Itu?<p>

Ilustrasi areal persawahan di salah satu nagari di Solsel. (humas)

VALORAnews - Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan (Solsel), baru memiliki 400 unit hand tractor guna menunjang usaha pertanian di daerah itu. Sementara, kebutuhan ideal mesin pembajak sawah sebelum dilakukan penanaman padi ini diklaim mencapai 800 unit.

"Solsel memiliki lahan sawah seluas 10.160 hektare yang dikelola oleh 800-an kelompok tani. Artinya, demi peningkatan hasil produksi pertanian padi di Solsel, dengan telah memiliki 400 unit hand tractor, maka kita kekurangan separuh lagi dari 800 kebutuhan itu," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Solsel, Zamzami.

Menurutnya, penambahan alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand tractor tersebut masih dibutuhkan guna mencapai program khusus swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Terlebih lagi, tiap tahunnya di Solsel juga masih dilakukan pembukaan lahan cetak sawah baru.


Sejauh ini, kata Zamzami, baru ada 192 unit hand tractor yang bersumber dari bantuan APBN. Sementara, sisanya berasal bantuan APBD Solsel termasuk dari bantuan pokok pikiran anggota DPRD sehingga total keseluruhannya menjadi 400 unit.

"Semua bantuan hand tractor yang masuk ke daerah ini, sudah disalurkan kepada kelompok tani yang tersebar pada enam kecamatan. Sangir Balai Janggo selaku satu-satunya kecamatan yang tidak tersalur bantuan hand tractor, lantaran wilayah itu merupakan kawasan perkebunan sawit dan tidak memiliki lahan sawah," katanya.

Bantuan terbaru berupa hand tractor ini, jelasnya lagi, diterima Solsel sebanyak 17 unit pada April lalu dan telah dibagikan kepada petani. Kendala lain, sebutnya, perlunya diberikan pelatihan kepada para petani dalam pengoperasian mesin tersebut.

"Tidak semua petani bisa dan mengetahui cara yang benar dalam menggunakan mesin tersebut, apalagi traktor roda empat. Tentu perlu juga difasilitasi bagaimana cara memakai, merawat agar bantuan mesin ini bisa tahan lama," ujarnya.

Di sisi lain, tambah Zamzami, jaringan irigasi tersier untuk pengairan sawah masyarakat juga masih banyak dibutuhkan, bahkan hampir di seluruh kecamatan.

Sebelumnya, telah diperoleh bantuan perbaikan jaringan irigasi tersier sebesar Rp720 juta dari Kementerian Pertanian untuk bisa mengairi lahan sawah seluas 600 hektar.

"Bantuan jaringan irigasi ini diberikan kepada 35 kelompok tani. Satu kelompok tani setidaknya mencakup 15-20 hektar dengan bantuan berkisar Rp18-24 juta. Artinya, untuk satu hektar sawah akan dibantu jaringan irigasinya sebesar Rp1,6 juta," sebutnya.

Kemudian, tambahnya, Solsel juga mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 15 paket pembentukan irigasi dari sumber air kecil. Paket itu, aku Zamzami, pengerjaannya sesuai petunjuk teknis (Juknis) Kementerian dilakukan dengan sistem dam parit.

"Sistem ini maksudnya, mengangkat sumber mata air kecil agar bisa dialirkan ke sawah. Lalu, kita juga ada bantuan pembuatan jalan produksi untuk usaha tani ke kebun dan ke sawah masyarakat untuk mempermudah produksi. Bantuan ini, bersumber dari pokok pikiran anggota DPRD provinsi," ujarnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar