MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 18:16 WIB

Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong

<p>Ilusi Band Ajak Berperilaku Jujur Lewat Rilis Lagu Bohong<p>

VALORAnews - Seperti kerang memendam mutiara, akhirnya Ilusi Band merilis lagu ke tiga berjudul Bohong. Lagu ini adalah lagu pertama ditulis Ilusi...

Ini Rencana Aksi 3 Target Rakerkesda Setdako Padang di Batusangkar

AI Mangindo Kayo | Selasa, 17-07-2018 | 09:49 WIB | 172 klik | Kota Padang
<p>Ini Rencana Aksi 3 Target Rakerkesda Setdako Padang di Batusangkar<p>

Kepala Dinas Kesehatan Padang,dr Feri Mulyani didampingi sejumlah staf, saat menyimak paparan pemateri pada Rakerkesda Kota Padang 2018 di Batusangkar, Senin (16/7/2018). (humas)

VALORAnews - Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Padang menekankan pada tiga prioritas masalah, yaitu Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi serta Penurunan Stunting.

"Ketiga fokus masalah tersebut menuntut komitmen utama pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan penguatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, dr Ferimulyani Hamid disela pembukaan Rakerkesda Kota Padang 2018 di Batusangkar, Senin (16/7/2018).

Hal ini, terangnya, perlu Rencana Aksi Daerah (RAD) baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang dalam pembangunan kesehatan. "Terutama adalah penguatan fasilitas pelayanan kesehatan guna memberikan kualitas pelayanan yang baik, sehingga tiga masalah terkait tuberkulosis, stunting dan cakupan imunisasi ditangani hingga tuntas," terangnya.


Ferimulyani mengatakan, permasalahan pertama yang menjadi prioritas pembahasan pada Rakerkesda Kota Padang adalah tuberkulosis. Meskipun bukan persoalan baru di Kota Padang, namun menjadi masalah karena masih rendah cakupan penemuan kasus TBC sehingga harus ditingkatkan angka penemuannya berbanding dengan peningkatan angka kesembuhan penderita.

Trend penemuan TB di Kota Padang sampai dengan Mei 2018 berkisar pada angka 545 sedangkan 2017 lalu berada pada angka 2.029 kasus TBC. "Rendahnya cakupan penemuan kasus TBC ini perlu dirumuskan Rencana Aksi Daerah yang bisa meningkatkan angka cakupan penemuan dan meningkatkan angka kesembuhan penderita," katanya.

Kepala Dinkes Padang itu menerangkan, permasalahan berikutnya yang dibahas dalam Rakerkesda yang akan berlangsung selama tiga hari ini adalah permasalahan gizi masyarakat yang fokus pada pencegahan stunting. "Kasus stunting berkaitan dengan gizi masyarakat. Stunting merupakan anak balita yang mengalami gizi buruk pada masa lalu," ujarnya.

Menurut Ferimulyani, masalah gizi tidak selesai oleh tenaga kesehatan saja. Penangannya harus kerjasama lintas sektor. Masalah kemiskinan, pengetahuan, infeksi dan lingkungan sangan dominan dalam terjadinya gizi buruk khususnya stunting.

"Rakerkesda ini momentum yang tepat penanganan stunting di Kota Padang karena semua camat dan SKPD terkait hadir dalam kesempatan ini," imbuhnya.

Sedangkan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi di Kota Padang, menurut Ferimulyani lagi, secara umum sudah baik. Memang terdapat beberapa wilayah yang masih rendah cakupannya sehingga perlu aksi daerah untuk menuntaskannya. Hal ini memerlukan kontribusi lintas sektoral dalam rencana aksi daerah dan dalam pelaksanaannya nanti.

"Dukungan lintas sektoral yang hadir dalam rakerkesda ini harus memberikan kontribusi nyata dalam RAD dan pelaksanaannya," papar dia.

Adapun Rakerkesda Kota Padang 2018 ini mengangkat tema yang berkelanjutan dari tema Rakerkesnas yaitu Sinergisme Pusat dan Daerah dalam Mewujudkan Universal Healt Coverage (UHC) pada 2019 melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi.

Melalui Rakerkesda ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah komitmen dalam pelaksanaan Rencana Aksi Daerah dalam menuntaskan tiga fokus permasalahan tersebut.

Pada hari kedua, Selasa (17/7/2018), menghadirkan Walikota Padang, Mahyeldi selaku "keynote speaker" disamping para narasumber lainnya yang akan menyampaikan materi terkait kebijakan dan langkah penanganan dari tiga prioritas masalah. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar