MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Pemilik Haki KSLL Laporkan Dirut PT KSB ke Polres Tanahdatar

AI Mangindo Kayo | Senin, 23-07-2018 | 13:51 WIB | 235 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Pemilik Haki KSLL Laporkan Dirut PT KSB ke Polres Tanahdatar<p>

Direktur PT Katama Surya Bumi, Kris Suyanto, memberikan laporan terkait pelanggaran Haki ke Polres Tanahdatar, Kamis (19/7/2018) malam. Keia Suyanto merupakan pemegang Haki Konstruksi Sarang Laba-laba. (istimewa)

VALORAnews - Direktur PT Katama Surya Bumi, Kris Suyanto, yang beralamat di gedung Sentra Pemuda Kav 61 No 28 RT 7/RW 2, Rawangun, Jakarta Timur, dilaporkan Ryantori (68), Direktur PT Cipta Anugerah Indotama (PT CAI), Surabaya ke Polres Tanahdatar, atas dugaan tindak pidana penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta tanpa izin penggunaan Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL).

Laporan kepolisian itu terbit dengan Surat Tanda Perimaan Laporan (STPL) yakni, Nomor: STPL/129/VII/2018/SPKT Polres Tanahdatar, tertanggal 18 Juli 2018 yang ditandatangani Kepala SPK Regu C, Ipda Hendra.

Dalam laporan itu disebutkan, terlapor telah melakukan tindak pidana penggunaan Haki tanpa izin, bahwa PT Katama Surya Bumi melakukan pekerjaan di Kampus IAIN Batusangkar dan di RSUD Batusangkar. Pelapor, selaku penemu Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) tidak pernah menyetujui atau menandatangani perhitungan yang jadi produk yang berbentuk gambar desain pondasi.


"Saya melaporkan Direktur Utama PT Katama Surya Bumi, saudara Kris Suyanto, dia itu dulu 25 tahun menjadi staf dari kami, dan akhirnya kami beri kepercayaan untuk menjadi perusahaan pemasar konstruksi sarang laba-laba," kata Ryantori, Kamis (19/7/2018) malam.

Dijelaskan Ryantori, ada dua proyek yang dikerjakan terlapor yakni RSUD Batusangkar dan IAIN Batusangkar. Kedua proyek itu menggunakan konstruksi sarang laba-laba versi PT Katama Surya Bumi.

"Saya mengkhawatirkan kalau terjadi kesalahan disain di dalam karya plagiat yang dibuat pak Kris ini, Katama Surya Bumi. Makanya saya membuat laporan itu," ujar Ryantori.

Atas laporan itu, sambung Ryantori, semua KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) jangan pakai lagi PT Katama Surya Bumi, karena tidak pernah mengonsultasikan proyek-proyeknya kepada saya lagi.

"Kalau dulu, semua proyek itu dikonsultasikan. Kalau sekarang nggak, sejak 2013 tidak pernah lagi. Jadi saya mengkhawatirkan itu. Tim-tim hukum kami, sudah jalan ada proses lain lagi. Jadi laporannya bukan hanya satu ini, kami sudah lapor di beberapa tempat," ungkapnya.

Ryantori menyampaikan atas perampasan hak cipta yang dilakukan terlapor terhadapnya, pihaknya sudah merugi sekitar Rp15-20 miliar, selama lima tahun terakhir. Kerugian itu diperkirakan atas dasar sekitar 40 proyek yang dikerjakan terlapor.

"Kerugian materil ya jelas ada mereka kan harus bayar royalti, kurang lebih ada 40 proyek yang dikerjakan olehnya dari 2013. Lima tahun minimal kerugian Rp15-20 miliar. Selain pidana, perdata juga saya laporkan," ucap Ryantori, mengatakan memiliki bukti-bukti kuat.

Ryantori menerangkan konstruksi sarang laba-laba adalah satu sistem pondasi baru, satu-satunya didunia, dan tidak ada kembarannya, yang mampu memanfaatkan tanah untuk berfungsi struktur.

"Jadi, biasanya tanah itu hanya berfungsi sebagai pemikul, tetapi di sarang-laba bisa dipaksa berfungsi struktur. Sebesar 85 persen masa dari konstruksi sarang laba-laba adalah tanah, dia mampu mengubah semua gaya yang bekerja itu jadi tekanan. Tekanan berarti cocok dengan sifat tanah. Tanah ini material yang bagus untuk menerima dan menyalurkan tekanan, tidak bagus untuk menerima tarikan," jelas Ryantori.

Konstruksi sarang laba-laba dia bisa mengubah tekanan. Mampu mengubah, mengantikan 25 macam jenis pekerjaan dibawah tanah. Jadi kesimpulannya hemat sekali. Mampu menghemat dalam jumlah sangat signifikan diadu dengan sistem pondasi apapun. Ramah terhadap gempa.

"Dari 66 gedung di Padang, 100 persen selamat di tengah kehancuran yang nyaris total. Itu yang membuat sarang laba-laba laku keras di daerah gempa. Di Aceh, Padang, Sumbar, banyak orang yang berfikir tidak mau memakai pondasi lain selain sarang laba-laba," beber Ryantori.

Sementara itu, terlapor, Kris Suyanto ketika di Konfirmasi melalui telpon seluler, Jumat (20/7/2018)sore mengatakan, sedang rapat dan belum memberikan tanggapan terkait laporan terhadap dirinya. Dia berjanji akan menelpon kembali. Tapi, tidak kunjung menelpon balik.

"Saya bisa kontek nanti bapak, saya masih ada rapat, saya ada rapat, mohon maaf saya kontek kembali," kata Kris Suyanto, saat dikonfirmasi.

Tak berapa lama setelah itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai sekretarisnya menelpon kembali dan mengatakan, semua urusan yang terkait dengan Kris Suyanto berurusan dengannya.

"Saya sekretaris beliau, semua yang berurusan dengan bapak nelalui saya, apa yang ditanyakan poin-poin disampaikan kepada bapak," ucap perempuan itu.

Ketika disampaikan maksud dan tujuan bahwa ingin mengkonfirmasi kepada Kris Suyanto, perempuan itu meminta dikirimkan laporan kepolisian itu melaui pesan Whats App. "Oh laporan, kita sendiri belum tahu adanya laporan, mohon dibantu juga tembusan laporan, di WA gambarnya, jadi bapak tahu laporannya terkait apa," sebut perempuan itu dari balik gagang telepon.

Setelah foto Surat Tanda Perimaan Laporan (STPL) kepolisian dikirimkan ke nomor whatsapp perempuan itu, pesan whatsapp tidak ada balasan lagi. Ketika dihubungi kembali melalui nomor telpon terlapor Sabtu (21/7/2018) dan Minggu (22/7/2018) siang, tak kunjung dijawab. Sambungan telepon ditolaknya.

Proses Pemanggilan

Terpisah, Kapolres Tanah Datar AKBP Bayu Aji, mengatakan pihaknya memang menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta tanpa izin terkait Konstruksi Sarang Laba-laba. Saat ini sedang dalam proses pemanggilan.

"Laporan sudah pasti ditindaklanjuti, sudah diterima, kita sedang proses pemanggilan, yang dipanggil pertama yang dilaporkan tentunya, klarifikasi. Setelah itu pihak rumah sakit dan IAIN, tapi kita lihat perkembangan dulu," kata Bayu Aji, membenarkan laporan itu saat dikonfirmasi melalui telpon seluler sore kemarin. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah