MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Wako Padang Temu Ramah dengan Perantau Minang Kota Tarakan

AI Mangindo Kayo | Kamis, 26-07-2018 | 07:34 WIB | 223 klik | Nasional
<p>Wako Padang Temu Ramah dengan Perantau Minang Kota Tarakan<p>

Wako Padang, Mahyeldi memberikan sambutan saat berdialog dengan perantau Minang di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, di salah satu rumah makan padang di daerah itu, kemarin. (humas)

VALORAnews - Walikota Padang, H Mahyeldi memaparkan apa yang telah dilakukannya selama jadi pemimpin di ibu kota provinsi Sumbar ini saat bersilaturahim dengan perantau Minang di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, disela-sela kegiatan Rakernas Apeksi 2018.

"Terimakasih atas kepedulian perantau dan mengundang kami untuk duduk bersama sembari bercerita tentang kampung halaman," ungkap Mahyeldi pada acara silahturrahmi dengan Ikatan keluarga Minang Saiyo (IKMS) Kota Tarakan, Kalimatan Utara.

Dikesempatan itu, Mahyeldi memperkenalkan satu persatu rombongan dari Kota Padang pada kegiatan temu ramah itu sembari memaparkan berbagai kemajuan dan perubahan yang telah dilakukan seperti kawasan objek wisata alam dan laut, Pantai Padang serta objek lainnya.


"Kita memiliki kuliner, pasar satelit, pantai dan laut serta bukit yang masih hijau. Sungai-sungai yang air jernih, bersih dan sebagainya," sebut Mahyeldi.

"Kami berharap, semoga IKMS Kota Tarakan lebih maju dalam setiap langkah usaha yang dilakukan. Urang awak itu merantau, jelas berusaha di bidang perdagangan artinya setiap hari bergelut dengan uang," ujar Mahyeldi.

Ketua IKMS Kota Tarakan, Marwan juga berterimakasih atas kesediaan Mahyeldi dan rombongan memenuhi undangan perantau Minang. "Kami tak menyangka sama sekali, walikota Padang akan memenuhi undangan yang kami layangkan tersebut," terangnya.

Marwan dikesempatan itu juga berbagi cerita dan pengalaman merantau di Kota Tatakan. Marwan berkisah tentang dirinya yang telah meninggalkan kampung halaman sejak 1999. Berbagai daerah sudah jadi daerah rantauan, untuk berdagang bahkan sudah sampai ke Irian.

"Kita harus maju, berdoa dan berjuang mencari kesempatan yang baik dan menghasilkan, maka itu jangan pernah memberikan kesempatan dan peluang kepada orang lain, manfaatkan kesempatan sebaik mungkin dalam kehidupan kita masing-masing," ujar Marwan. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar