MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-12-10 21:34 WIB

Bina Anjal dengan Batalyon 133, Padang Raih Penghargaan Kemensos

<p>Bina Anjal dengan Batalyon 133, Padang Raih Penghargaan Kemensos<p>

VALORAnews -- Kota Padang meraih penghargaan Rehabilitasi Sosial Anak Jalanan dari Kementerian Sosial RI. Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas...

14 Kali Gempa Terjadi di Mentawai Sepanjang Malam Tadi

AI Mangindo Kayo | Jumat, 27-07-2018 | 09:55 WIB | 405 klik | Kab. Mentawai
<p>14 Kali Gempa Terjadi di Mentawai Sepanjang Malam Tadi<p>

Permodelan gempa Mentawai. (istimewa)

VALORAnews - Sepanjang Kamis (26/7/2018) mulai pukul 17.00 WIB hingga Jumat (27/7/2018) pukul 08.30 WIB, tercatat sebanyak 14 kali gempa terjadi di sekitaran Mentawai. Gempa Mentawai ini disebabkan Zona Subduksi dangkal atau yang disebut sebagai "Megathurst Subduction Sumatera." Keempat belas gempa itu, berkekuatan kurang dari 5 skala richter (SR).

"Kita akan terus memonitor perkembangan gempabumi Mentawai. Sumatera Barat merupakan daerah yang berpotensi terjadinya gempabumi, yang disebabkan oleh tiga sumber utama yaitu zona subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, Sesar Mentawai dan Sesar Sumatera," ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Padangpanjang, Ma'muri dalam rilis yang diterima pagi ini.

Dikatkan Ma'muri, gempa yang masuk kategori Megathrust Subduction Sumatera ini berada pada jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara.


Pada sistem subduksi Sumatera, terang dia, dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan 50-60 mm/tahun.

Catatan BMKG Padangpanjang, gempa yang dirasakan warga di antaranya pada Kamis (26/7/2017), pukul 17.34 WIB. Diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan 4.2 SR. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.72 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 78 kilometer Tenggara Mentawai, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

"Berdasarkan Informasi dari Masyarakat gempa tersebut dirasakan di padang II MMI dan Padang Pariaman sekitar I - II MMI," ungkap Ma'muri.

Pada malam harinya, gempa Mentawai terjadi lagi pukul 22:10 WIB dengan kekuatan 4.4 SR dan langsung disusul gempa yang lebih kuat pada pukul 22:12 WIB. Analisa BMKG Padangpanjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan 4.9 SR. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.68 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 99 kilometer Tenggara Mentawai, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

"Gempabumi yang inilah (4.9 SR-red) yang cukup kuat dirasakan masyarakat. Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Kota Padangpanjang I MMI, Pariaman dan Padang II MMI, Mentawai III-IV MMI," ungkap Ma'muri. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar