MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Rekanan Pembangunan Rumah Nelayan Pessel Akui Kesalahan

AI Mangindo Kayo | Jumat, 27-07-2018 | 16:04 WIB | 117 klik | Kab. Pesisir Selatan
<p>Rekanan Pembangunan Rumah Nelayan Pessel Akui Kesalahan<p>

Bupati Pessel, Hendrajoni tabik rabo saat meninjau proyek pembangunan Rumah Nelayan di Kampung Sungai Pampan, Dusun Koto Baru, Nagari (Desa Adat) Koto Nan Tigo Ampek Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Senin lalu. (humas)

VALORAnews - Inspeksi mendadak Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni bersama staf ke lokasi pembangunan Rumah Nelayan di Kampung Sungai Pampan, Dusun Koto Baru, Nagari (Desa Adat) Koto Nan Tigo Ampek Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Senin lalu, membuahkan hasil.

Kontraktor pengerjaan proyek tersebut, PT Naratek Jaya Abadi, mengakui kesalahan dan berjanji akan memperbaiki bangunan yang dinilai tidak sesuai gambar dan spek.

"Rekanan mengaku salah dan berjanji akan bertanggungjawab atas pekerjaan yang salah dan akan memperbaikinya," ucap Hendrajoni, Jumat (27/7/2018) siang di Painan, Pessel.


Menurut dia, rekanan itu telah datang menemuinya bersama dengan perwakilan Kementerian PU-PERA yang ada di Padang.

Perwakilan Kementerian PU-PERA , terang Hendrajoni, menegaskan kalau solusi atas kesalahan tersebut secara tegas. Yakni, dengan membuatkan pondasi pancang cakar ayam di pojok seluruh perumahan tersebut dan hal teknis lainnya.

"Saya sempat bertanya ke perwakilan Kementerian PU-PERA, solusi atas perbaikan ini kuat gak dan dijawab kuat," ungkapnya.

Si rekanan bersedia gak? Dijawabnya harus bersedia. "Kalau tidak, tidak akan dibayarkan biaya pembangunannya. Kalau begitu, silakan diperbaiki dan awasi yang benar," kata Hendrajoni menceritakan hasil pertemuannya dengan perwakilan Kementerian PU-PERA dan Rekanan Rumah Nelayan.

Menyoal apakah ada sanksi yang akan diberikan Pemkab ke rekanan, Hendrajoni menyebut tidak ada. "Tidak ada sanksi, selama ada niat untuk memperbaiki. Yang terpenting, rekanan bertanggungjawab," ucap Hendrajoni.

Proyek senilai Rp4,9 miliar ini, diperuntukan pada 70 KK nelayan yang ada di daerah itu. Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pessel, Mukhridal, perumahan nelayan ini dibangun sebanyak 70 unit di Kecamatan Batang Kapas.

Pembangunan dalam dua tahap, pertama 20 unit dan kedua 50 unit. "Anggaran pembangunan Rp120 juta per unit bangunan baru," katanya saat itu. (tsp)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Pesisir Selatan