MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Mahasiswa KKN Unitas Kenalkan Budidaya Jamur Tiram di Nagari Sintuak

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 28-07-2018 | 16:31 WIB | 70 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahasiswa KKN Unitas Kenalkan Budidaya Jamur Tiram di Nagari Sintuak<p>

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 10 Unitas, Nurlina K mengajarkan teknik mengaduk media tanam Jamur Tiram pada pelatihan uang digelar Sabtu (28/7/2018). Pelatihan ini diijuti sekitar 25 orang warga Korong Tanjung Pisang, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padangpariaman. (mangindo kayo/valoranews)

VALORAnews - Sebanyak 25 orang ibu-ibu warga Korong Tanjung Pisang, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padangpariaman, dikenalkan teknik budidaya Jamur Tiram, oleh Kelompok 10 Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang, Sabtu (28/7/2018).

Pengenalan teknik budidaya jarum tiram ini, diharapkan jadi salah satu sumber tambahan penghasilan warga setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai pekerja di pabrik batu bata.

"Pangsa pasar Jamur Tiram, masih terbuka luas. Orang yang memproduksinya juga masih terbatas. Ini merupakan usaha yang prospektif, karena jamur jenis ini mengandung protein tinggi," ungkap Nurlina K, Dewan Pengawas Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Kopdaya Minang Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, Padang, saat memberikan pelatihan.


Nurlina yang juga dosen Universitas Tamansiswa itu, bersama Kopdaya Minang yang usaha utamanya budidaya Jarum Tiram,
telah memproduksi aneka penganan dan mengantongi izin produksi dari Dinas Kesehatan (PIRT).

Penganan yang dihasilkan, mulai dari Jamur Tiram Crispy, Rendang Jamur Tiram, Nugget, Sate, selain jadi sayuran. Kesemua produk itu dapat dibeli di Citra Swalayan dan Toko
Budiman yang cabangnya tersebar di Kota Padang.

"Untuk Jamur Tiram Crispy, dijual dengan harga Rp75.000 per kg. Labanya lumayan, terlebih kita sendiri yang memproduksi jamurnya," ungkap Nurlina yang didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 10, Fitra Oktariny dengan Ketua DPL Kelompok 10, Widodo Haryoko.

Cara Penanaman

Untuk budidaya jamur dengan bibit sebanyak 3 botol ukuran botol aqua 600 ml, memerlukan 50 kg serbuk gergaji, dedak halus seberat 6,5 kg,
Pupuk Dolomit 7 ons dan jagung halus seberat 1,5 kg.

"Keempat bahan ini lalu diaduk sampai rata lalu diberikan air yang telah dicampur Pupuk EM4 yang berfungsi sebagai penyubur. Takaran pupuk cair ini sebanyak 1 tutup botol untuk 1 ember air," terang Nurlina yang tengah menyelesaikan program doktor (S-3) di Fakultas Ekonomi Unand.

Adonan tersebut, terang Nurlina, tidak boleh terlalu lembek. Setelah adonan itu bisa untuk dikepalkan, dimasukan kedalam plastik kaca ukuran sedang. Bagian sudut plastik dilipatkan kedalan, agar tak bocor saat dikukus.

Adonan ini kemudian didiamkan dalam suhu kamar, selama tiga sampai empat hari. Setelah itu, dikukus selama 7 jam. Tujuannya, media tanam (backlok) ini dalam kondisi steril.

"Kalau dikukus dengan kompor gas, lama waktu pengukusannya sampai habis gas isi 3 kg," terang Nurlina.

"Kalau pakai kayu dengan kobaran api terjaga, bisa dikukus selama 4 jam," tambah Nurlina menjawab tanya peserta sosialisasi jika menggunakan kayu dan pelepah kelapa yang banyak tersedia di korong itu.

Setelah proses pengukusan selesai, adonan media tanam ini didiamkan selama satu malam. Esoknya, bagian ujung media tanam yang telah diberi potongan pipa plastik dibagian ujungnya, dimasukan bibit Jamur Tiram. Bibit ini berupa butiran jagung yang telah divermentasi dengan jamur.

"Setiap media tanam, dimasukan bibit jamur (7 butir) lalu ditutup dengan koran bekas dan diikat dengan karet gelang," terangnya.

"Memasukan bibit jamur, kondisi tangan harus steril. Cuci lah tangan dengan alkohol sehingga jadi steril," terang Nurlina.

Media tanam yang telah berisi bibit Jamur Tiram ini, terangnya, kemudian disusun di rak-rak dalam ruangan. "Tutup pada media tanam ini baru bisa dibuka, ketika media tanam tampak sudah memutih seluruhnya," terang Nurlina.

Terhitung sejak tutup dibuka, terangnya, Jamur Tiram ini baru bisa dipanen setelah 30-40 hari kemudian. "Sejak waktu panen perdana, maka panen bisa dilakukan selama 4 bulan dengan kapasitas produksi 1 kg per media tanam," ungkapnya.

Nurlina mengingatkan, budidaya Jamur Tiram ini rentan dengan tumbuhnya jamur liar yang mungkin saja beracun, jika ruang tempat penanaman yang tak steril. Selain itu, juga rawan terhadap kecoa, semut dan tikus.

"Jaga betul kondisi ruangan tempat budidaya, baik dari serangan hama dan parasit pengganggu," terangnya. "Ruangan lokasi budidaya juga harus dalam kondisi lembab, agar kecambah jamur tumbuh maksimal," tambahnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Provinsi Sumatera Barat