MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

BI Sumbar Kampanyekan Percepatan Penukaran Kartu Berlogo GPN

AI Mangindo Kayo | Minggu, 29-07-2018 | 15:43 WIB | 355 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>BI Sumbar Kampanyekan Percepatan Penukaran Kartu Berlogo GPN<p>

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Thjajono beserta jajaran, memberikan keterangan pers terkait Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Percepatan Penukaran Kartu Berlogo GPN, di Padang, Ahad (29/7/2018). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews -- Kota Padang jadi salah satu dari 17 titik di Indonesia yang menggelar Kick Off Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Percepatan Penukaran Kartu Berlogo GPN, Ahad (29/7/2018). Kick off GPN ini diinisiasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sumatera Barat (BMPD).

"Kegiatan ini dilaksanakan di 17 titik di seluruh nusantara yang sekaligus mewakili tanggal kemerdekaan Republik Indonesia. Kampanye ini diselenggarakan serentak, yang akan dilanjutkan dengan kegiatan penukaran kartu pada area-area tertentu di Kota Padang pada masing-masing bank serta diikuti dengan pelaksanaan sosialisasi ke masyarakat," ungkap Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Thjajono dalam siaran pers yang diterima beberapa saat lalu.

Pekan penukaran kartu berlogo GPN, terang Endy, merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta, 3 Mei 2018 lalu. Hal ini untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu berlogo GPN, sesuai dengan tema kampanye "GPN Pemersatu Transaksi Pembayaran Nasional."


"Dengan adanya GPN, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu untuk bertransaksi, dan infrastruktur pemrosesan pembayaran (EDC), dapat disebar lebih merata. Tidak hanya di kota-kota besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya," terang Endy.

Selain itu, terang dia, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan data, karena seluruh proses dilakukan di dalam negeri melalui jaringan domestik (ATM Bersama, Prima, Alto dan Link). Bahkan, masyarakat juga dapat menikmati biaya administrasi yang lebih murah, karena seluruh pemrosesan dilakukan di domestik dan bank tidak dikenakan biaya lisensi logo.

Peluncuran Kartu Berlogo GPN menandai suatu tonggak pencapaian penting dalam pengembangan Sistem Pembayaran di Indonesia. GPN memulai implementasi secara penuh dan digunakan secara luas oleh masyarakat berkat kerjasama yang harmonis dan sinergis antara Bank Indonesia dengan pemerintah khususnya Kementerian Sosial, Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR, OJK serta industri perbankan dan sistem pembayaran.

Diluncurkannya GPN, merupakan mementum penting dalam perwujudan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia. GPN jadi terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

Kehadiran GPN diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran, dengan biaya lebih rendah. Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang dan pembeli. Manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan MDR yang semula berkisar antara 2-3% jadi hanya 1%.

"Bahkan, untuk penerima bantuan sosial Pemerintah, GPN mengenakan MDR sebesar 0%. Sehingga, penerima manfaat atau bantuan tidak dikenakan biaya untuk melakukan pencairan," terangnya.

"Dengan kerjasama dan sinergi yang terjalin baik, kami yakin bahwa tujuan GPN sebagai Pemersatu Transaksi Pembayaran Nasional dapat diwujudkan. Mulai 1 Januari 2022, penerbit wajib memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM dan/atau kartu Debet, harus memiliki paling sedikit 1 kartu ATM dan/atau kartu debet berlogo nasional," terangnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar