MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Ada 133 Kali Gempa Susulan Lombok Hingga Pukul 15.00 WIB

AI Mangindo Kayo | Minggu, 29-07-2018 | 16:32 WIB | 40 klik | Nasional
<p>Ada 133 Kali Gempa Susulan Lombok Hingga Pukul 15.00 WIB<p>

Prakiraan titik gempa di Lombok, Ahad (29/7/2018) pukul 05.47 WIB. (istimewa)

VALORAnews - Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk waspada terhadap ancaman gempa susulan, meskipun dengan intensitas dan magnitude kecil.

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa, Ahad (29/7/2018) dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi pukul 05.47 WIB tersebut, terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

"Hingga saat ini (pukul 15.00 WIB) telah terjadi 133 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 5,7 SR. Karenanya kami meminta masyarakat untuk tetap waspada namun tetap tenang dan jangan panik," ungkap Dwikorita, dalam siaran pers yang diterima, beberapa saat lalu.


Dwikorita juga meminta masyarakat, untuk tidak mempercayai berita hoax yang menyebar pascagempa. Hingga saat ini, kata dia, BMKG terus memantau perkembangan gempa dari Pusat Gempa Nasional (PGN) Jakarta.

"Guna mengantisipasi munculnya informasi simpang siur dan hoax, BMKG melalui akun Twitter@InfoBMKG, akan terus menginformasikan perkembangan gempa," tuturnya.

Dwikorita menerangkan hasil analisis BMKG, bahwa gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI).

Kemudian, juga dirasakan di Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI). Sementara, di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Sehubungan dengan masih adanya gempa-gempa susulan, masyarakat diimbau supaya tidak menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah rusak akibat gempa utama.

"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuh Dwikorita. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar