MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Gempa 5,6 SR Guncang Kawasan Megathrust

AI Mangindo Kayo | Minggu, 05-08-2018 | 17:35 WIB | 143 klik | Kab. Mentawai
<p>Gempa 5,6 SR Guncang Kawasan Megathrust<p>

Wilayah Kep Mentawai, diguncang gempabumi tektonik, Minggu (5/8/2018), pukul 15.56 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,6 SR. (humas)

VALORAnews - Pada Minggu (5/8/2018), pukul 15.56 WIB, wilayah Kep. Mentawai diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,2.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,39 LS dan 99,4 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 km arah barat daya Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 31 km," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima beberapa saat lalu.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, terangnya, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang landai dan dangkal di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.


Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," terangnya.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Tua Pejat dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI), daerah Padang, Pariaman dan Siberut Selatan I SIG-BMKG (II MMI).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 16.30 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). "Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," terangnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar