MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Forum Kabupaten Sehat Identifikasi 3 Kasus HIV/AIDS di Padangpariaman

AI Mangindo Kayo | Minggu, 05-08-2018 | 21:02 WIB | 299 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Forum Kabupaten Sehat Identifikasi 3 Kasus HIV/AIDS di Padangpariaman<p>

Sekretaris Forum Kabupaten Sehat Padangpariaman, Armaidi Tanjung bersama Pengelola KIA Puskesmas Sintuak, Nur Octavia Syamsul dan Aipda Roy Martin (Babinkamtibmas Sintuak) foto bersama dengan mahasiswa KKN Unitas Kelompok 10, usai sosialisasi Reproduksi Sehat di Masjid Nurul Mubin, Korong Tanjung Pisang, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Sabtu (4/8/2018). (humas)

PADANGPARIAMAN -- Sekretaris Forum Kabupaten Sehat Padangpariaman, Armaidi Tanjung mengungapkan, tiga kasus HIV/AIDS ditemukan paramedis di salah satu puskesmas di Padangpariaman. Dua orang di antaranya, merupakan perantau yang berobat di kampung. Satu orang di antaranya, terindentifikasi penyuka hubungan seksual laki-laki suka laki-laki (LSL).

"Saat ini, ternyata merantau tidak hanya berkirim uang dengan wesel seperti zaman dulu lagi. Tapi, sekarang juga berkirim penyakit yang masuk kategori membahayakan," ungkap Armaidi pada Penyuluhan Reproduksi Sehat, Sabtu (4/8/2018) di Masjid Nurul Mubin, Korong Tanjung Pisang, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.

Penyuluhan ini diselenggarakan Kelompok 10 Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa (Unitas) yang dikerjasamaka dengan Forum Kabupaten Sehat Padangpariaman. Bersama Armaidi, juga menyampaikan materi Pengelola KIA Puskesmas Sintuak, Nur Octavia Syamsul dan Aipda Roy Martin (Babinkamtibmas Sintuak).


Dikatakan Armaidi, di perantauan, mereka bebas melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya tanpa diketahui apakah terkena HIV/AIDS atau tidak. "Sehingga. kemungkinan terinfeksi HIV/AIDS tidak dapat dihindari," kata Armaidi penulis buku Free Seks No, Nikah Yesini.

Untuk itu, harap Armaidi, penyebaran penyakit kelamin dan penderita HIV/AIDS yang semakin banyak di tengah masayarakat, harus diantisipasi dengan pengetahuan reproduksi sehat yang benar. Adanya pengetahuan dan informasi yang tidak tepat, maka penderita banyak yang kaget ketika mengetahui dirinya sudah terkena penyakit tersebut.

Dikatakan Armaidi, cara aman dan terbebas dari HIV/AIDS adalah menjauhi perilaku seks bebas. Ini sesuai dengan peringatan Allah Swt. "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. Al-Isra' : 32).

"Jangankan melakukannya, mendekati saja kita sudah dilarang. Setidaknya, ada 12 akibat dari perilaku seks bebas ini. Sehingga sangat wajar adanya larangan mendekati zina tersebut," tegas Armaidi.

Sementara, Nur Octavia Syamsul menyebutkan, penyebaran HIV/AIDS selain melalui hubungan seks berganti pasangan, juga melalui air susu ibu (ASI). Dengan ditemukan kasus HIV/AIDS di salah satu Puskesmas di Padangpariaman beberapa waktu lalu, maka sejak April sudah dilakukan wajib pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin (catin)di setiap wilayah kerja Puskesmas.

Hingga Juli 2018 ini, terangnya, sudah ada 30 orang catin yang melakukan pemeriksaan. Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui catin yang terkena HIV/AIDS atau penyakit lainnya.

"Memang banyak yang protes, merepotkan. Sebelumnya catin dari Walinagari langsung ke KUA bisa dinikahkan. Kini dari Walinagari harus terlebih dulu ke Puskesmas, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," terangnya.

"Setelah ada hasil pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan ke KUA. Saat pemeriksaan, catin baik perempuan maupun laki-laki, yang pernah melakukan hubungan seks intim menolak keras diperiksa. Namun setelah dijelaskan manfaat, akibat dan konsekwensinya, mereka paham," kata Nur Octavia.

Penyuluhan ini dihadiri dosen pembimbing lapangan (DPL) Nurlina, Walikorong Tanjung Pisang Raziom, mahasiswa KKN Kelompok 10 Unitas dan masyarakat setempat.(relis)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar