MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2018-08-21 17:18 WIB

Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini

<p>Bus Tranek Terbakar di Malibou Anai Sore Ini<p>

VALORAnews - Satu unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) merk Tranek Mandiri, terbakar di kawasan Malibou Anai, Selasa (21/8/2018) sekitar pukul...

Habitat Ikan Bilih Mesti Dijaga, Ini Pesan Nasrul Abit

AI Mangindo Kayo | Rabu, 08-08-2018 | 00:19 WIB | 108 klik | Kab. Tanah Datar
<p>Habitat Ikan Bilih Mesti Dijaga, Ini Pesan Nasrul Abit<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit meninjau penyerahan bantuan mesin tempel dan alat tangkap langli untuk nelayan perairan umum darat salingka Danau Singkarak Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanahdatar di UPTD Perikanan Darat Sumbar Danau Singkarak, Selasa, (7/8/2018). (humas)

VALORAnews - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mengajak masyarakat dan nelayan yang ada di sekitar Danau Singkarak, untuk menjaga habitat ikan bilih. Menyusul, semakin berkurang populasi ikan yang menjadi ikon danau terbesar di Sumbar itu.

"Jika tidak dari sekarang kita lakukan pengembangan habitat, ikan bilih ini akan punah. Tidak mungkin, ikan bilih dari Danau Toba yang akan kita datangkan ke sini. Sementara, ikan bilih Danau Singkarak ini telah terkenal secara internasional," ujar Nasrul Abit saat penyerahan bantuan mesin tempel dan alat tangkap langli untuk nelayan perairan umum darat salingka Danau Singkarak Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanahdatar di UPTD Perikanan Darat Sumbar Danau Singkarak, Selasa, (7/8/2018).

Menurut dia, Ikan bilih asal Danau Singkarak ini terkenal renyah, garing dan enak. Berbeda dengan ikan bilih yang ada di Danau Toba.


Disampaikan, keberadaan Danau Singkarak dan Tour de Singkarak (TdS) telah menjadi icon wisata Sumatera Barat yang saat telah menjadi perhatian dunia.

Oleh karena itu, menjaga pelestarian Danau Singkarak menjadi yang amat penting. Tidak dibolehkan lagi penangkapan ikan di Danau Singkarak memakai bom, racun, putas dan bagan yang dapat merusakan lingkungan serta menghabiskan habitat danau secara cepat.

"Saat ini, sesuai pengawasan perairan laut dan danau menjadi kewenangan propinsi dengan peraturan gubernur (Pergub) No 81 Tahun 2017 tentang Penggunaan Alat dan Bahan Penangkapan Ikan di Perairan Danau Singkarak. Yang sewaktu-waktu akan dilakukan razia dan penertiban alat tangkap termasuk didalam pemakaian bagan," katanya.

Menjaga kelestarian Danau Singkarak, butuh dukungan semua pihak dan peran serta masyarakat sekitar Danau Singkarak. Menjaga kelestarian Danau Singkarak untuk generasi mendatang dan kemajuan pariwisata di Sumatera Barat.

"Bantuan mesin tempel dan bantuan alat tangkap ini upayakan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus upaya melestarikan Danau Singkarak," jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumbar, Yosmeri menyampaikan, persoalan ini perlu disikapi. Ikan bilih semakin langka dan perlu dukungan masyarakat untuk menjaga dengan tidak melakukan aktifitas menangkap pada lokasi bertelur dan tempat mereka berkembang biak.

Dinas Perikanan Sumbar, akan menjadikan UPD di Danau Singkarak akan dijadikan lokasi budidaya ikan bilih. 48.000 bibit ikan bilih Danau Singkarak yang pernah dibawa ke Danau Toba ini telah berkembang dengan baik dan mereka menjaga sehingga hasil telah banyak saat ini.

"Ikan Bilih Toba pun, dibeberapa tahun terakhir ini telah pula mengisi pasar ikan bilih yang ada di sekitar Danau Singkarak. Jika saja kita dapat mengelola penangkapan dan pengembang biak ikan bilih secara profesional, disiplin dan menjaga dengan baik maka kesejahteraan masyarakat nelayan di Danau Singkarak akan lebih tejamin, karena ikan bilih danau Singkarak telah menjadi makanan terpupuler yang gurih dan bergizi," katanya.

Di kesempatan itu, Nasrul Abit menyerahkan bantuan mesin tempel 2,5 PK sebanyak 20 unit, jaring langli sebanyak 16 buah dengan nilai keseluruhan Rp316 juta. Jumlah nelayan tangkap 5.237 orang dan nelayan pengolah ikan bilih 160 orang dengan 20 kelompok. (rls/dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah