MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-10-22 17:03 WIB

KPU Sijunjung Latih 100 Pemilih jadi Laskar Demokrasi

<p>KPU Sijunjung Latih 100 Pemilih jadi Laskar Demokrasi<p>

VALORAnews -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sijunjung, melatih 100 pemilih jadi 'laskar demokrasi' lewat program kursus pemilu. Kegiatan itu digelar...

Master Plan Smart City Butuh Sinergi Antar OPD

AI Mangindo Kayo | Kamis, 09-08-2018 | 08:51 WIB | 192 klik | Kota Padang
<p>Master Plan Smart City Butuh Sinergi Antar OPD<p>

Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Suardi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan/Review Master Plan Smart City dan Quick Win Program Tahap II, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang, Rabu (8/8/2018). (humas)

VALORAnews - Dalam upaya penyempurnaan penyusunan Master Plan Smart City Kota Padang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan/Review Master Plan Smart City dan Quick Win Program Tahap II, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang, Rabu (8/8/2018)

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Kominfo Kota Padang, Suardi tersebut diikuti Tim Pelaksana Penyusunan Master Plan Smart City Pemko Padang dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Padang.

"Bimtek tahap awal telah dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan materi penyusunan kerangka umum master plan smart city (kota cerdas) dari semua OPD Pemko Padang. Sedangkan Bimtek kedua ini, rohnya adalah bagaimana kota cerdas itu ada pada setiap OPD, sehingga master plan yang dilahirkan merupakan master plan kota hasil karya penyelenggara pemerintah kota dan bermanfaat untuk warga Kota Padang," jelasnya.


Smart city artinya konsep kota pintar dimana tersedianya kemudahan dalam pelayanan kepada warga kota, namun pasti dan wujud akhirnya mereka bisa lebih sejahtera. Dalam penerapannya, smart city harus didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi.

Bertindak sebagai narasumber Andrari Grahitandaru dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Setiawan dari Direktorat E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

"Smart city tidak bisa dijalankan oleh sektor-sektor tertentu saja, melainkan harus didukung oleh seluruh OPD. Karena kerja tidak bisa terkotak-kotak, perlu koordinasi dan sinergi antar sektor. Bahkan seluruh aplikasi smart city di Kota Padang nantinya harus disinkronisasikan dengan Kemenkominfo. Jika berjalan sendiri-sendiri, bukan lagi membuat mudah dan nyaman seperti tujuan awal smart city, tetapi malah merepotkan," ujarnya.

Sedangkan Setiawan memotivasi peserta dengan menegaskan bahwa yang lebih penting dalam sebuah perencanaan smart city adalah inovasi, sementara teknologi hanyalah tools (alat).

Ia memberikan beberapa contoh kabupaten/kota yang berhasil menata kotanya dengan konsep smart city, antara lain Kota Bandung, Kota Surabaya, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tomohon dan Kabupaten Siak, yang menerapkan konsep smart city dengan mengusung potensi dan kekhasan daerah masing-masing.

"Nantinya, Kota Padang juga dapat menjadi kota cerdas dengan mengangkat sisi keindahan alam dan kearifan lokalnya," ujarnya.

Suardi mengatakan, sampai dengan 2018 ini, sudah 75 kabupaten/kota di Indonesia yang dirancang menjadi smart city, dengan rincian 25 kabupaten/kota di tahun 2017 dan 50 kabupaten/kota di tahun 2018. Di tahun 2019 nanti akan ada penambahan target 25 kabupaten/kota lagi. "Inilah yang dinamakan Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kemenkominfo RI," jelasnya.

"Seperti halnya bimtek awal yang menghasilkan buku I yang berisikan kerangka umum master plan smart city di Kota Padang, bimtek kedua yang akan berlangsung selama dua hari ini juga akan menghasilkan buku II yang berisikan inti dan arah penyusunan master plan smart city di Kota Padang. Tentu sebelumnya buku I akan direview terlebih dahulu dan review tersebut dilakukan hari ini," pungkasnya (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang