MITRA VALORA NEWS

Senin, 2018-11-19 20:58 WIB

Sumbar Raih Penghargaan Integra 2018 Kategori Hubungan Industrial Terbaik

<p>Sumbar Raih Penghargaan Integra 2018 Kategori Hubungan Industrial Terbaik<p>

VALORAnews - Kementerian Ketenagakerjaan RI, memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam...

Prediksi Gempa 7.0 dari Earthquakes & Weather, Ini Penilaian BMKG

AI Mangindo Kayo | Sabtu, 18-08-2018 | 06:33 WIB | 457 klik | Nasional
<p>Prediksi Gempa 7.0 dari Earthquakes & Weather, Ini Penilaian BMKG<p>

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

VALORAnews - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyesalkan terus beredarnya berita palsu (hoax) seputar gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Disaat ribuan warga Lombok mengungsi, masih ada oknum tidak bertanggungjawab yang menyebar hoax.

"Tidak sedikit pula warga yang mempercayai berita hoax itu. Alhasil, masyarakat selalu merasa resah, khawatir dan was-was," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Dwikorita menerangkan, belum lama ini kembali beredar pesan berantai lewat facebook dan pesan instan whatsapp berisi prediksi gempa berkekuatan 7.0 SR yang akan terjadi di Lombok dalam kurun waktu 10 hari kedepan. Gempa tersebut dikaitkan dengan kejadian gempa 6,5 SR di Timur Lombok pada 17 Agustus 2018.


"Informasi ini disebarluaskan oleh pihak yang mengatasnamakan organisasi Earthquakes & Weather," tuturnya.

Dwikorita menegaskan, hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara pasti dan akurat, mengenai kapan dan berapa kekuatannya. Sehingga, kata dia, jika beredar informasi yang berisi ramalan dan prediksi yang menyebutkan kapan dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi, maka dapat dipastikan itu adalah kabar bohong.

"Mohon warga tidak percaya begitu saja. Cek dan ricek kembali kalau ada informasi yang diterima. Jangan kemudian malah ikut menyebarkan hoax yang membuat rasa cemas dan panik semakin menjadi-jadi. Info tersebut menyesatkan," tegasnya.

Dwikorita memaparkan, setiap harinya, selama 24 jam penuh, BMKG memantau kejadian gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut catatan, setiap hari di Indonesia terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi.

"Mulai dari skala kecil hingga besar, mulai yang tidak dirasakan sampai yang dapat dirasakan oleh manusia. Tidak ada satupun gempa yang lewat dari pengawasan BMKG," terangnya.

Kondisi tersebut, lanjut Dwikorita, adalah sesuatu yang wajar mengingat kondisi geologis Indonesia yang berada di jalur gempa aktif dunia. Indonesia dikelilingi Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng kulit bumi, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara dan Pasifik dari timur.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau seluruh masyarakat, untuk tetap tenang namun waspada. Menurut Dwikorita, dengan fakta kondisi geologis Indonesia seperti itu, maka kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana sangat penting, dengan siapkan apa yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah gempabumi.

"Pastikan informasi berasal dari BMKG. Tidak usah percaya info dari pihak manapun, termasuk pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi maupun negara asing," tegasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar