MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2018-09-19 23:28 WIB

Ulu Aie Bakal Jadi Sentra Produksi Bawang Merah

<p>Ulu Aie Bakal Jadi Sentra Produksi Bawang Merah<p>

VALORAnews - Kenagarian Persiapan Ulu Aie, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota bakal menjadi sentra produksi bawang merah. Hal itu terlihat...

DPT Ganda di Kabupaten Solok Hampir 1 Juta, Ini Penjelasan KPU

AI Mangindo Kayo | Rabu, 12-09-2018 | 17:51 WIB | 33 klik | Kab. Solok
<p>DPT Ganda di Kabupaten Solok Hampir 1 Juta, Ini Penjelasan KPU<p>

Tiga orang komisioner KPU Kabupaten Solok (ki-ka), Jons Manedi, Gadis M dan Defil foto bersama usai pleno penetapan DPT Pemilu 2019. (istimewa)

VALORAnews - KPU Sumbar mencatat, data pemilih ganda pada penyelenggaraan pemilu 2019 ini sebesar 979.095 dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 3.477.311 orang. Kabupaten Solok jadi penyumbang temuan ganda terbesar yakni 769.652 orang.

"Kegandaan sebanyak 769.652 orang ini merupakan temuan dari partai politik. Angka ini tidak logis karena DPT Kabupaten Solok hanya 262.612," ungkap anggota KPU Kabupaten Solok, Defil, Kamis (13/9/2018).

Ditegaskan Defil, keganjilan lain dari temuan kegandaan oleh partai politik ini juga jauh melebihi angka Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) Kabupaten Solok, yang hanya 360 ribu lebih.


"Kita mengakui, data ganda masih ditemukan dalam DPT kita. Namun, angkanya tidak sebesar itu," terangnya.

Dijelaskan, pada 27 Agustus 2018 lalu, KPU Kabupaten Solok telah menetapkan DPT sebanyak 262.612 yang tersebar di 14 kecamatan dan 74 nagari. Setelah ditetapkan secara berjenjang hingga ke KPU RI pada 5 September 2018 di Jakarta, muncul rekomendasi terkait dengan data ganda yang disampaikan Bawaslu RI dan Partai Politik.

Atas rekomendasi ini, KPU RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) 1033 yang isinya, memerintahkan KPU di setiap tingkatan, melakukan koordinasi dengan Bawaslu kabupaten/kota, Partai Politik, Disdukcapil dan stakeholder lainnya, mencermati data ganda yang terdapat di dalam DPT.

"Pada 10 September 2018, KPU Kabupaten Solok melakukan analisa data. Ditemukan sebanyak 885 data ganda yang dikategorikan ganda K1 sebenyak 66 orang, ganda K2 (86 orang), ganda K3 (733 orang).

Ganda K1 adalah pemilih yang memiliki kegandaan pada KK, NIK, nama, tempat tanggal lahir, status perkawinan, jenis kelamin, alamat dan alamat TPS.

Ganda K2 adalah pemilih yang memiliki kegandaan dilihat dari NIK, nama, jenis kelamin, status kawin, alamat.

Ganda K3 adalah pemilih yang memiliki kegandaan dilihat dari nama, tempat tanggal lahir, status kawin, jenis kelamin, alamat.

"Kegandaan ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya disebabkan dari terjadinya unggah data lebih dari 1 kali di satu nama yang dikategorikan ganda K1, kemudian ada terjadi kesalahan pencatatan terhadap elemen data pemilih yang diunggah kedalam sistem data pemilih (Sidalih)," urai Defil.

Disamping data ganda, juga ada pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat lagi sebagai pemilih yang disebabkan di antaranya meninggal dunia, pindah domisili, dibawah umur, berubah status dari sipil menjadi TNI/Polri.

"Bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT, mohon segera lapor ke PPS dan PPK di wilayah timpat tinggalnya dengan memperlihatkan KTP elektronik," terang Defil.

"Karena, salah satu syarat untuk bisa menyalurkan hak pilih nanti adalah sudah memiliki KTP elektronik. Bagi yang belum ada KTP elektroniknya, bisa datang ke Disdukcapil untuk melakukan perekaman data," tambah dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Solok