MITRA VALORA NEWS

1.500 Sertifikat Gratis Bakal Diterbitkan BPN Solsel, Ini Lokasinya

AI Mangindo Kayo | Jumat, 14-09-2018 | 17:29 WIB | 656 klik | Kab. Solok Selatan
<p>1.500 Sertifikat Gratis Bakal Diterbitkan BPN Solsel, Ini Lokasinya<p>

Pj Sekda Solok Selatan, Fidel Efendi bersama Kepala Kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional serta OPD saat pembahasan penerbitan sertifikasi tanah milik masyarakat. (humas)

VALORAnews -- Pemkab Solok Selatan, menyatakan alas hak atas tanah melalui sertifikasi bagi masyarakat penting untuk menghindari sengketa lahan. Hal ini sering menjadi masalah ditengah-tengah masyarakat.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Solok Selatan, Fidel Efendi mengatakan, program redistribusi yang dicanangkan pemerintah pusat yaitu sertifikasi tanah tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memantik gairah masyarakat dalam mengolah tanah sebagai sumber pendapatan ekonomi.

"Pemerintah nagari yang menjadi sasaran diharapkan memfasilitasi masyarakat agar berkenan untuk mensertifikasi tanahnya. Selanjutnya, pihak nagari juga harus menyosialisasikan dengan bijak kepada masyarakat, bagaimana prosesnya agar dapat dipahami dengan baik," terangnya.


Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Solok Selatan, Suhartoyo mengatakan, untuk Kabupaten itu ada dua progam sertifikasi tanah yaitu melalui redistribusi dan Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).

Menurutnya, melalui program redistribusi untuk tanah pertanian ada dua nagari menjadi sasaran yakni Pauh Nan Batigo sebanyak 1.000 persil dan Alam Pauh Duo sebanyak 500 persil.

Sedangkan melalui PTSP diperuntukkan untuk sertifikasi tanah perumahan dan pekarangan sebanyak 3.200 persil.

"Tujuan program ini untuk mengakhiri sistem tuan tanah atau kepemilikan tanah oleh seseorang secara luas, sehingga menjadi sesuatu yang tidak adil bagi masyarakat kecil sehingga menjadi adil agar kemajuan sosial ekonomi di kalangan masyarakat jadi merata," ujarnya.

Proses pengukuran sendiri, sudah hampir selesai dimana PTSL tersisa 600 bidang lagi dan pihaknya di bantu Sekolah Tinggi Pertanahan Negara (STPN) di Yogyakarta.

Untuk program sertifikasi tanah ini pada 2018 ditarget 7 juta bidang di seluruh NKRI dan sejauh ini baru tercapai 5 juta sertifikat.

Untuk 2019 jumlah target program ini juga meningkat menjadi sembilan juta persil, tetapi jatah untuk Sumbar belum diterima. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar