MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-10-18 12:02 WIB

Sirine Tsunami Bunyi Tanggal 13 dan 26, Artinya Lagi Ujicoba Rutin

<p>Sirine Tsunami Bunyi Tanggal 13 dan 26, Artinya Lagi Ujicoba Rutin<p>

VALORAnews - Dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana gempa dan tsunami, BPBD Kota Padang melakukan uji coba aktivasi...

Solsel Harap-harap Cemas Nantikan Bibit Bawang Putih dari Provinsi, Ini Alasannya

AI Mangindo Kayo | Selasa, 18-09-2018 | 21:03 WIB | 145 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Solsel Harap-harap Cemas Nantikan Bibit Bawang Putih dari Provinsi, Ini Alasannya<p>

Ilustrasi.

VALORAnews - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan sebesar Rp800 juta untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), agar ikut menanam bawang putih. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memenuhi target swasembada bawang putih pada 2019 dan luasan lahan 26.650 hektar.

"Pagu dana sebesar Rp800 juta ini, disalurkan berbentuk bantuan bibit. Bersumber dari APBN melalui Kementan untuk pengembangan 20 Ha bawang putih di Solsel," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solsel, Risa Herfina.

Budidaya bawang putih sendiri, lanjutnya, merupakan yang perdana dan baru tahun ini coba ditanam di Solsel. Direncanakan, bakal dikembangkan di dua kecamatan, yakni Pauh Duo dan Sangir.


Menurutnya, kedua kecamatan itu dinilai cocok bagi tanaman holtikultura jenis allium sativum tersebut, karena memiliki ketinggian di atas 700 meter di atas permukaan laut. Sementara, bawang putih memang dianjurkan dan bagus ditanam di tanah yang sejuk dengan ketinggian di atas 700 mdpl itu.

"Hingga saat ini, bantuannya masih berada di provinsi, belum bisa dicairkan. Lantaran, rekanan yang telah memenangkan tender, belum menemukan harga dan bibit yang bagus untuk disalurkan kepada calon petani penerima," ujarnya.

Dijelaskan, peruntukkan bantuan telah ada empat kelompok tani yang mengusulkan proposal mengembangan bawang putih ini. Direncanakan, masing-masing kelompok akan disalurkan 5 Ha bantuan.

Pihaknya sendiri, telah mendorong agar rekanan pemenang tender secepatnya menyelesaikan proses pemesanan bibit, supaya bisa segera disalurkan. Soalnya, batas waktu kontrak akan berkahir pada 13 Oktober mendatang dan Pemkab Solsel akan dikenakan pinalti berupa pemangkasan bantuan, bila tidak terealisasi tepat waktu.

"Bantuan bibit rencananya akan didatangkan dari Jawa, Magelang dan Brebes. September ini sebagaimana janji rekanan, akan diupayakannya terealisasi," katanya.

Mengingat ini baru pertama kali akan dikembangkan di Solok Selatan, Dinas Pertanian akan mencermati pengadaan bibit dengan spesifikasi berlabel biru oleh Badan Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB). Sejumlah kegiatan studi banding pun, katanya, juga telah dilakukan agar pengembangannya berhasil.

"Kami telah melakukan studi banding di Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Kita berharap tingkat keberhasilannya sedikitnya mencapai 90 persen. Kendala utama dalam menanam bawang putih ini adalah bibit," ujarnya.

Diyakininya, selain untuk mengejar target swasembada, dorongan Kementan untuk pengembangan bawang putih itu juga ditujukan untuk bisa menekan angka impor. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Solok Selatan