MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

LADK Parpol di Pasbar Ada yang Rp100.000

AI Mangindo Kayo | Jumat, 28-09-2018 | 17:29 WIB | 418 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>LADK Parpol di Pasbar Ada yang Rp100.000<p>

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman Barat, Alharis. (irfansyah/valoranews).

VALORAnews -Sebanyak 14 Partai Politik (Parpol) telah melakukan perbaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) Hasil Perbaikan Partai Politik di Pemilihan umum 2019 diKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman. LADK Hasil Perbaikan Parpol sudah ditutup sejak pukul 18.00 WIB, Kamis (27/9/2018).

"LADK Perbaikan Partai Politik Pemilu 2019 telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 14 Parpol telah menyerahkan hasil perbaikan," sebut Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis di ruang kerjanya, Jumat (28/9/2018).

Kata Alharis, sebelumnya KPU menerima LADK awal pada 23 September 2018. Tentu harus dicermati lebih dulu oleh KPU, ternyata seluruh LADK Parpol peserta pemilu memerlukan perbaikan.


"Kesalahan dilakukan dalam pengisian format, seperti tidak meng-input nama para caleg pada masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil). Ini tentunya perlu perbaikan," terangnya.

Lainnya, karena pengisian formulir LADK belum tepat serta periode LADK banyak yang tidak sesuai dengan tanggal pembukaan Rekening Khusus Dana Kampanye (RKDK).

Dijelaskan Alharis, 14 partai yang masuk dalam masa perbaikan berkas LADK ini murni karena untuk penyempurnaan data saja.

Pihaknya sempat berharap, kalau parpol yang masuk ke dalam masa perbaikan ini tidak menyerahkan berkas mepet dari deadline, namun ada jugaParpol yang menyerahkan dimenit-menit akhir.

"Padahal, jika melebihi waktu yang ditentukan akan berdampak pada tercoretnya semua Caleg yang diusung Parpol," tegasnya.

"Untuk jumlah dana yang dilaporkan, dikatakan Alharis paling banyak sebesar Rp9 juta dan paling sedikit Rp100 ribu," ungkap dia.

"Terpenting dari jumlah dana kampanye itu adalah Parpol menyerahkan rekeningnya terlebih dulu, agar tidak dicoret sebagai peserta Pemilu," katanya.

Alharis menambahkan, untuk penyumbang dana parpol yang bersifat pribadi diperbolehkan dengan maksimal Rp2,5 miliar. Namun untuk bantuan berupa badan (perusahaan dan organisasi) diperbolehkan hingga Rp25 miliar," tukasnya. (irf)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

Berita Kab. Pasaman Barat