MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Pemuliaan Benih jadi Faktor Penentu Pencapaian Target Lumbung Pangan Dunia 2045

AI Mangindo Kayo | Kamis, 04-10-2018 | 16:36 WIB | 93 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Pemuliaan Benih jadi Faktor Penentu Pencapaian Target Lumbung Pangan Dunia 2045<p>

Sekda Padang, Asnel memukul gong tanda dimulainya Seminar Nasional Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) yang diadakan Komda PERIPI Sumatera Barat, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, di Padang, Kamis (4/10/2018). (humas)

VALORAnews - Pemanfaatan sumber daya genetik, mutlak diperlukan dalam rangka memproduksi benih-benih unggul baik pada tanaman, ternak dan ikan.

Oleh sebab itu, penelitian berkesinambungan dalam aspek pemuliaan perlu dilakukan, agar kedaulatan benih tersebut dapat diwujudkan dalam rangka menjadikan indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Padang, H Asnel saat membuka Seminar Nasional Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) yang diadakan Komda PERIPI Sumatera Barat, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, di Padang, Kamis (4/10/2018).


Dijelaskan Asnel, sesuai dengan Nawacita Pemerintah Presiden Joko Widodo, Kementrian Pertanian telah mencanangkan Indonesia menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Ketersediaan benih unggul, merupakan salah satu sarana produksi yang memegang peranan penting dalam peningkatan produksi, mutu dan standar kualitas produk pertanian baik disektor tanaman pangan, hotikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Benih jadi salah satu komponen kunci dalam pencapaian perwujudan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045," ucap Asnel.

Ditambahkan Asnel, tantangan ke depan semakin sulit, apalagi dikaitkan dengan fenomena perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Untuk itu tentu sangat diharapkan peran dari pemulia dalam meningkatkan hasil pertanian sehingga kebutuhan pangan dan ketahanan pangan selalu terjaga.

"Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas produk, sangat ditentukan keberhasilan dalam melakukan perbaikan dan peningkatan potensi genetik varietas tanaman yang adaptif secara ekologis dan kompetitif," imbuh Asnel.

Diakhir sambutannya, Asnel mengucapkan selamat datang kepada pemakalah utama yang telah datang baik dari jauh dan pemakalah utama dari Padang. Dia juga mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak terkait, yang telah mengangkat seminar ini.

"Mudah-mudahan acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, dan pencapaian perwujudan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045 tercapai," harap Asnel.

Ketua Pelaksana Seminar, Benni Satria menyampaikan, Seminar Nasional PERIPI ini dilaksanakan selama dua hari, 4-5 Oktober 2018. Kegiatan ini diikuti 126 orang peserta dari berbagai daerah.

Sedangkan pemakalahnya terdiri dari 6 orang pakar yaitu Kepala Riset Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian, Prof (Riset) Erizal Jamal, Pakar Bioteknologi Tanaman, Prof Jamsari, Pakar Bioteknologi Ternak, Dr Rusfida.

Kemudian, Pakar Pembenihan Tanaman, Prof Aswaldi Anwar, Ketua Umum PERIPI Prof M Syukur dan Socfindo, Indra Syahputra.

"Kegiatan ini tidak akan dapat terselenggara tanpa peran serta, partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu menyukseskan acara ini," tutur Benni. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar