MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Mental Personel Polres Solsel Diasah Jelang Pemilu 2019

AI Mangindo Kayo | Minggu, 07-10-2018 | 18:58 WIB | 247 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Mental Personel Polres Solsel Diasah Jelang Pemilu 2019<p>

Peragaan antisipasi demo saat Pemilu. Kegiatan ini merupakan latihan yang digelar Polres Solok Selatan, Sabtu (6/10/2018) di kantor Bawaslu. (humas)

VALORAnews - Ratusan massa dari salah satu simpatisan partai politik peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), terlibat bentrok dengan polisi, Sabtu (6/10/2018). Bentrok yang terjadi itu merupakan simulasi dalam latihan pengamanan Pileg yang digelar Polres Solsel.

Simulasi pengamanan dimulai dari aksi kampanye hitam oleh salah satu partai peserta Pemilu. Lalu dimanfaatkan oleh kelompok penyebar hoax lewat media sosial dan terjadilah demonstrasi besar-besaran di kantor Bawaslu yang berujung bentrok.

Aksi massa itu dihadang aparat kepolisian. Polisi bersama Bawaslu sempat berupaya menenangkan massa. Bentrokan tidak terhindarkan, saat massa mulai menyerang barisan polisi yang menghadang. Untuk memukul mundur massa, polisi juga mengerahkan kendaraan taktis dan menyemprotkan water canon ke arah pengunjuk rasa.


Massa berhamburan menghindari semprotan air. Barisan polisi secara perlahan-lahan maju untuk memukul mundur ratusan pengunjuk rasa hingga membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

Diskenariokan juga, polisi berhasil menangkap si penyebar hoax yang memprovokatori dan sengaja mengadu domba massa. Lalu, diperlihatkan kepada massa bahwa mereka sejatinya telah termakan isu bohong.

Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto menjelaskan, simulasi itu digelar untuk mempersiapkan mental personilnya dalam menghadapi pesta demokarasi 2019 mendatang. Tidak boleh bersikap under estimated atau meremehkan atau menggampangkan situasi.

Sebab, ia menilai situasi nantinya bakal bersifat fluktuatif. Sehingga, katanya, naluri mengantisipasi segala situasi yang berkemungkinan terjadi nantinya dari setiap personil, perlu dilatih dan disiapkan.

"Kita bisa melihat dan mencermati fenomena-fenomena yang disuguhkan baik di televisi ataupun di media sosial sosial saat ini. Banyaknya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Artinya, menyikapi efek timbul dari yang demikian itu, Polri jangan sampai teledor," katanya.

Selain itu, jelasnya, simulasi tersebut juga merupakan serangkaian Operasi Mantap Brata. Dimana, Polri menerapkan siaga satu dan mesti selalu siap memberi pengamanan. Kapan dan dimana pun di wilayah hukum Polres Solsel, termasuk selalu siap jika diminta untuk mempertebal pengamanan pada Polres lain.

"Kegiatan ini baru berupa pelatihan untuk simulasi pengamanan Pemilu pada 2019 nanti. Kita bakal menampilkan sejumlah skenario mengenai kemungkinan pontensi gangguan saat Pemilu tersebut di hadapan masyarakat pekan depan dan direncanakan di pasar semimodern Padang Aro," ujarnya.

Terkait pengaruh berita hoax di Solsel, menurutnya, masih ada namun tidak begitu signifikan. Pihaknya juga mendorong agar pemerintah, tokoh masyarakat, termasuk media massa saling bekerja sama dengan polisi untuk memerangi hoax tersebut.

Ditambahkan Kabag Ops Polres Solsel, Kompol Benu Alam, dalam latihan simulasi tersebut, sebanyak 150 personil dilibatkan. Mereka dibagi sesuai kelompok peran yang diskenariokan. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar