MITRA VALORA NEWS

Rabu, 2019-02-13 22:18 WIB

Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan

<p>Kata Al Amin, Satpol Terus Incar Hiburan Malam Pelanggar Aturan<p>

VALORAnews - Komitmen Pemerintah Kota Padang anti maksiat, terus dilakukan. Melalui Satpol PP, puluhan penginapan serta tempat hiburan malam kembali...

Ini Data Perantau Minang jadi Korban Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Kota Palu

AI Mangindo Kayo | Rabu, 10-10-2018 | 21:40 WIB | 707 klik | Nasional
<p>Ini Data Perantau Minang jadi Korban Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Kota Palu<p>

Wagub Sumbar, Nasrul Abit meninjau proses evakuasi korban likuifaksi di Perumahan Balaroa Palu, Rabu (10/10/2018). Lokasi ini merupakan komplek perumahan yang tertimbun bencana Likuifaksi akibat gempa yang menimbulkan tsunami. (humas/zardi syahrir)

VALORAnews - Data yang dihimpun, sedikitnya 12 orang perantau Minang yang jadi korban gempa, tsunami atau likuifaksi di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah belum ditemukan hingga Rabu (10/10/2018). Sebanyak 3 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Untuk data perantau Minang yang meninggal dunia, dilaporkan sebanyak 8 orang.

"Besok, 11 Oktober 2018, evakuasi dan pencarian korban, rencananya akan dihentikan. Bagi perantau yang belum ditemukan, kita harus mengikhlaskan. Lokasi bencana yang terkubur lumpur, dianggap kuburan massal," ungkap Wagub Sumbar, Nasrul Abit di Kota Palu dalam siaran pers yang diterima.

Nasrul Abit juga menyempatkan diri meninjau proses evakuasi di salah satu komplek di Kelurahan Balaroa Palu. Kesedihan dan duka, tampak menyelimuti warga komplek ini. Nasrul Abit juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat setempat.


"Semoga proses evakuasi dan rehabilitasi bisa berjalan cepat, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal," harapnya.

Diungkapkan Nasrul Abit, untuk rumah perantau Minangkabau di Sulteng yang rusak akibat gempa dan tsunami, tercatat 36 unit rumah mengalami rusak berat dan hilang dan 4 unit rumah tersapu tsunami. Kemudian, rumah rusak sedang dan ringan 105 unit.

Melihat langsung kondisi Kota Palu, Nasrul Abit mengimbau warga Sumbar, untuk terus mengumpulkan bantuan, khususnya dalam bentuk uang. Selain itu, peralatan sekolah dan makanan.

"Kondisi saat ini, perekonomian masih lumpuh, belum ada toko-toko yang buka, karena banyak para pengusaha tinggalkan Sulteng. Kota Palu masih sepi dari aktifitas kegiatan perekonomian," ungkap Nasrul. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Rantau

<p>Maryono Dirikan Pokja Warjok, Ini Pemicunya<p> Rabu, 06-02-2019 17:21 WIB

Maryono Dirikan Pokja Warjok, Ini Pemicunya

<p>Mantan Kapolri Awaloedin Jamin Berpulang<p> Jumat, 01-02-2019 09:33 WIB

Mantan Kapolri Awaloedin Jamin Berpulang

<p>Aci Cahaya Rilis Lagu Prabowo Sandi Rhapsody<p> Sabtu, 26-01-2019 18:36 WIB

Aci Cahaya Rilis Lagu Prabowo Sandi Rhapsody