MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-12-13 19:50 WIB

DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar

<p>DPTHP Kedua Catatkan Ribuan Pemilih Tanpa Dokumen Kependudukan di Sumbar<p>

VALORAnews - Pemilih di Sumbar bertambah 76.242 orang setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) di Padang, Rabu...

Dua Sejoli Dicokok Satpol PP di Puing Reruntuhan Atom Center

AI Mangindo Kayo | Jumat, 12-10-2018 | 15:00 WIB | 233 klik | Kota Padang
<p>Dua Sejoli Dicokok Satpol PP di Puing Reruntuhan Atom Center<p>

Personel Satpol PP Padang, menggiring ML yang kedapatan akan berbuat tidak senonoh di kawasan Atom Center, Pasar Raya, Padang, Kamis (11/10/2018). (humas)

VALORAnews - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, mengamankan dua sejoli di bekas reruntuhan Atom Center, kawasan Pasar Raya Kamis (11/10/2018) siang. Keduanya, ML (32) dan DD (25), dicokok disebuah "kamar" di reruntuhan gedung tersebut.

"Keduanya diamankan, saat baru memasuki sebuah 'kamar' di lokasi itu. Wanita berinisial ML yang mengaku warga Painan, Pessel, ternyata seorang tuna wicara," ungkap Plt Kepala Satpol PP Padang, Yandrizon.

Bersama DD yang mengaku warga Kayu Tanam, Padangpariaman, ML digiring ke Mako Satpol PP pada Kamis siang.


Saat ditanya, ungkap Yadrizon, ML mengaku dikasih uang sebesar Rp100.000 oleh DD. Keduanya melanggar Perda No 4 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

"Pasal 10 Ayat 2 Perda 4/2007 berbunyi 'Setiap orang dilarang menjajakan dirinya sebagai pelacur dan atau berupaya mengadakan transaksi seks," kata Yadrison.

Selain itu, Yadrison akan terus mencoba mencari siapa yang membawa dan mempekerjakan wanita tersebut di sana. Karena ulahnya itu, ML langsung dikirim ke Panti Rehabilitasi Andam Dewi Sukarami Solok untuk dilakukan pembinaan.

"Kita akan mencari siapa yang membawa wanita tersebut bekerja di sana, apakah karena keinginannya sendiri atau ada orang lain yang membawanya," terang dia.

"Selain itu, kita tetap komit dalam melakukan pemberantasan maksiat, jadi siapapun kedapatan di Atom Center maupun di Padang Theater dengan sengaja mengunakan lokasi tersebut untuk menjajakan dirinya sebagai PSK, akan langsung dikirim ke Andam Dewi Solok untuk pembinaan," tegas Yadrison.

Yadrison juga mengucapkan terima kasih kepada pemuka masyarakat setempat, yang sudah ikut andil dalam melakukan pengawasan di sana, serta berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk bisa saling menjaga tempat-tempat wisata dan pemukiman warga yang ada di Kota Padang ini, agar jangan disalah gunakan oleh oknum masyarakat yang tidak bertangung jawab dan bisa menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat kita.

"Peran dan kerja sama perangkat daerah setempat sangat kita butuhkan untuk menjaga kota kita," tambahnya. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar