MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

Senam Maumere Akhiri Simulasi Pengamanan Pemilu di Polres Solsel

AI Mangindo Kayo | Rabu, 17-10-2018 | 20:47 WIB | 355 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Senam Maumere Akhiri Simulasi Pengamanan Pemilu di Polres Solsel<p>

Peragaan simulasi pengamanan pemilu 2019 dengan berbagai skenario kerusuhan. Mulai dari tingkat TPS hingga proses rekapitulasi penghitungan suara ditingkat KPU. (humas)

VALORAnews - Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan, gelar simulasi pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/10/2018) di Pasar Padang Aro. Kegiatan ini, guna mengantisipasi kejadian saat Pemilu berlangsung.

Kegiatan ini diikuti perwakilan pemerintah daerah, TNI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, pemilihan pasar jadi lokasi simulasi supaya masyarakat banyak bisa melihat langsung apa saja kemungkinan yang bisa terjadi saat pemilu dan tindakan yang dialkukan oleh polisi di lapangan.


"Dengan lokasi pasar ini banyak masyarakat yang melihat bagaimana polisi bekerja dan mereka juga tahu tindakan yang di ambil pihaknya terhadap para pelanggar atau provokator keributan," katanya.

Diharapkan, masyarakat yang melihat kegiatan simulasi ini bisa menyampaikan pada tetangga atau dilingkungan tempat tinggalnya supaya Pemilu 2019 berjalan damai. Dengan saling menyampaikan antar masyarakat maka diharapkan pelaksanaan pemilu 2019 berjalan sejuk dan damai.

Ia menyebutkan, simulasi yang dilakukan bukan untuk menakut-nakuti masyarakat tetapi memang harus dipersiapkan sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kejadian seperti digambarkan.

"Semua kemungkinan bisa saja terjadi saat pemilu. Oleh sebab itu, dilakukan simulasi sebagai upaya antisipasi," katanya.

Ketua KPU Solok Selatan, Nila Puspita mengatakan, semua kemungkinan bisa terjadi saat pemilu walaupun tidak diharapkan sehingga perlu dilakukan antisipasi.

"Semua yang diperagakan saat simulasi mungkin saja terjadi sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan," katanya.

Simulasi sendiri dimulai dengan pengamanan masa kampanye para calon, kemudian dilanjutkan ketika pencoblosan. Dalam kampanye juga digambarkan adanya kampanye hitam oleh calon serta penyebaran berita hoax yang menyebabkan perpecahan.

Setelah itu, kepolisian melakukan jumpa pers untuk meluruskan berita hoax serta mengamankan pelaku kampanye hitam. Selanjutnya, dilakukan pencoblosan dan penghitungan suara dan digambarkan saat penghitungan ada kelompok yang menolak dan melakukan demo untuk menuntut pemilihan ulang di satu kecamatan dan berakhir ricuh.

Pihak keamanan berhasil menenangkan pendemo, kemudian KPU membawa kotak suara untuk dilakukan rekap kabupaten.

Saat diperjalanan, mobil KPU dihadang sekelompok orang dan mencoba merampas surat suara sehingga polisi harus turun tangan. Petugas kepolisian berkelahi dengan kelompok penjegalan tersebut dan berhasil melumpuhkannya dan mengamankan pelaku diiringi tepuk tangan penonton. Akhirnya surat suara dibawa ke KPU.

Penghitungan di KPU kembali diwarnai demo dan berakhir ricuh, sehingga polisi harus menembakkan gas air mata serta memukul mundur masa dengan mobil water cannon. Polisi juga berhasil menangkap provokator saat demo dan masa bisa dipukul mundur hingga membubarkan diri.

Masa yang merasa kesal selanjutnya membakar pos polisi, sehingga mobil pemadam juga harus diturunkan guna memadamkan api di pos tersebut.

Simulasi pengamanan pemilu sendiri diakhiri dengan Senam Maumere yang dipimpin Polwan dan seluruh petugas juga ikut senam termasuk Kapolres, Kajari dan para kepala OPD.

Turut hadir Sekda Solok Selatan, Yulian Efi, Kepala Kejaksaan Negeri M Rohmadi, Perwira Penghubung Kodim 0309 Solok Mayor Infantri Inyoman Putra Yasa, Ketua Kapu Nila Puspita, Ketua Bawaslu M Anshar beserta kepala OPD. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah