MITRA VALORA NEWS

Kamis, 2018-11-15 19:13 WIB

Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal

<p>Walikota Padang Sambut PPHI Bersinergi Bangun Pariwisata Halal<p>

VALORAnews -- Wali Kota Padang, H Mahyeldi menyambut positif keberadaan Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Sumatera Barat. Hal itu...

Jalur Sitapus ke Dusun Tangah Longsor

AI Mangindo Kayo | Minggu, 04-11-2018 | 18:55 WIB | 104 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Jalur Sitapus ke Dusun Tangah Longsor<p>

Satu unit alat berat tengah melakukan pembersihan material longsor yang menutupi jalan penghubung Nagari Sitapus dan Dusun Tangah. (humas)

VALORAnews - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan satu titik ruas jalan di perbatasan nagari Sitapus dan Dusun Tangah, tertimbun longsor dan pohon tumbang, Sabtu (3/11/2018) malam. Pohon besar yang tumbang melintang di badan jalan itu bahkan nyaris menimpa satu rumah warga sekitar.

"Longsor terjadi karena hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu siang. Hampir seharian penuh diguyur hujan, mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah sehingga longsor. Sebuah kayu besar yang tumbuh di tebing bukit tumbang melintang jalan," kata Walinagari Sitapus, Sofyan.

Titik longsor sendiri, lanjutnya, tepatnya berada di perbatasan nagari Sitapus dengan nagari Dusun Tangah. Jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan sejumlah nagari di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH). Akibatnya, akses transportasi warga setempat terganggu.


"Itu merupakan jalur darat satu-satunya yang menghubungkan nagari Sitapus dengan Dusun Tangah dan dengan kenagarian Lubuk Ulangaling dan Lubuk Ulangaling Tengah," sebutnya.

Hingga Ahad (4/11/2018) siang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel bersama masyarakat masih berjibaku membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan. Berupa bebatuan bercampur lumpur dan pohon tumbang.

"Namun sekarang, kendaraan roda dua sudah bisa melintas. Saat ini pihak terkait bersama warga masih bekerja membersihkan material longsor," ujarnya.

Terpisah, Kalaksa BPBD Solsel, Johny Hasan Basri menyebutkan, longsor yang terjadi di Sitapus berupa runtuhan tebing dan pohon tumbang yang menimbun jalan. Tidak korban jiwa dalam peristiwa itu. Pihaknya juga telah menerjunkan tiga personil penanganan bencana untuk membersihkan material longsor tersebut.

"Kami masih terus memonitoring bencana itu. Ada satu rumah dekat sana dan beruntung tidak ikut tertimpa pohon itu. Kepada warga kita imbau agar tetap waspada, mengingat bencana bisa terjadi kapan saja. Terlebih dengan kondisi cuaca buruk berupa tingginya curah hujan saat ini," katanya.

Dijelaskannya, kontur daerah Solsel yang dikelilingi perbukitan memang merupakan wilayah yang rawan longsor. Masyarakat terutama pengguna jalan yang berkendara dan melintas di kawasan perbukitan diminta lebih waspada.

"Banyak bukit-bukit yang rawan longsor di Solsel. Terutama sepanjang jalan dari Sungai Penuh hingga Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Kawasan perbukitan Sungai Lambai, Pekonina, bukit Manggis dan sepanjang jalan di SBH sendiri," jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di lereng perbukitan seperti di Pinti Kayu, untuk mengungsi sementara waktu. Termasuk warga yang berumah di bawah tebing bukit, seperti di Bidar Alam.

"Kita sudah minta langsung ke warga yang tinggal di kawasan yang tingkat pergerakan tanahnya tinggi berpotensi longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab cuaca buruk masih belum reda. Kami akan terus berkoordinasi dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) nagari memantau situasi bencana saat ini," pungkasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah