MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Pariwara Pemkab Solok Selatan

Kementrian PDT Lakukan Monev di Proyek Pengembangan Camintoran

AI Mangindo Kayo | Senin, 12-11-2018 | 09:32 WIB | 144 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Kementrian PDT Lakukan Monev di Proyek Pengembangan Camintoran<p>

Kasubid Pariwisata pada Dirjen PDT, Rifmayulis bersama Abdul Rahman (Wabup Solsel), meninjau kegiatan Pengembangan Agro Wisata untuk Camintoran melalui DIPA Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT, Jumat (9/11/2018). (humas)

VALORAnews - Dalam rangka pengembangan Objek Wisata, Pemkab Solok Selatan (Solsel) terus berupaya mencari pendanaan lewat pengajuan proposal kepada pemerintah pusat. Alhasil, beragam bantuan pun mengalir. Salah satunya, bantuan Pengembangan Agro Wisata untuk Camintoran melalui DIPA Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Sebagai tindak lanjut dan monitoring serta evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan pembangunan di Objek Wisata Camintoran tersebut, tim dari Kemendes PDTT melakukan peninjauan lapangan yang dipimpin oleh Kasubid Pariwisata pada Dirjen PDT, Rifmayulis, Jumat (9/11/2018).

"Saya diutus Dirjen PDT untuk melakukan monitoring terkait pembangunan agro wisata yang sedang dijalankan di sini (Camintoran-red)," ujar Rifmayulis yang akrab disapa Ujang ini.


Menurut Ujang, pada 2018 ini, sedang berjalan kegiatan pembangunan daerah tertinggal di titik Camintoran dengan alokasi anggaran senilai Rp1,4 miliar. Diperuntukkan bagi beberapa pekerjaan pembangunan berupa pondok wisata atau villa, gazebo dan pembangunan jalan setapak sepanjang 600 meter.

"Hasil tinjauan memperlihatkan, pekerjaan terus menunjukkan kemajuan yang berarti. Saya yakin, awal Desember atau akhir November ini, pekerjaan akan selesai. In syaa allah," sebutnya.

Ditambahkannya, jika pekerjaan yang dikerjakan secara swakelola tersebut dapat berjalan dengan baik, maka Solsel akan berpeluang memperoleh bantuan lain.

"Ini tentu akan jadi pertimbangan tersendiri untuk kegiatan-kegiatan lainnya. Yang jelas kita berusaha. Jika pekerjaan ini sudah selesai, mudah-mudahan ada peluang pekerjaan lain," ujar pria asal Surian tersebut.

Hal yang mesti diperhatikan dalam pengembangan sebuah objek wisata lanjutnya lagi, yakni pentingnya manajemen pengelolaan yang profesional. Kuliner yang enak dan bersih. Adanya atraksi kesenian dan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang wisatawan. Lalu, sarana dan prasaran termasuk penginapan, serta pentingnya menjaga kebersihan, keamanan dan juga kenyamanan selama berkunjung.

Sementara itu, Wabup Solsel, H Abdul Rahman menyampaikan rasa terimakasih, atas bantuan yang diberikan. Dia menegaskan, pihaknya juga terus mengejar peluang lain sebagai upaya dalam pengembangan Camintoran itu.

"In syaa llah, tahun depan ada anggaran sebesar Rp11 M yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Rencananya, anggaran ini akan kita gunakan untuk peningkatan jalan serta pengaspalan jalan menuju Camintoran," jelasnya.

Keberadaan wisata Camintoran, sambung Abdul Rahman, merupakan hal yang menjanjikan menjadi sebuah kampung wisata terpadu dan terintegrasi. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap.

"Di sini, nanti akan ada danau buatan dan tengah dikerjakan. Kita juga akan bangun jembatan gantung wisata, taman bunga, penginapan, camping area, kuliner, olahraga berkuda, miniatur keajaiban dunia, agro wisata perkebunan dan lainnya," terang Abdul Rahman yang didampingi Asisten Perekonomian, Epli Rahmat.

Di hadapan Tim monitoring Kemendes PDTT, dia menjelaskan tentang konsep wisata Camintoran yang terintegrasi dengan yang lain. "Ada camintoran seluas 25 Ha yang terintegrasi dengan Gunung Bontak, kebun teh, beberapa air terjun, kampung Wonorejo, pendakian Gunung Kerinci dan lainnya," jelasnya.

Abdul Rahman juga menambahkan, di Camintoran sekarang juga berkembang perkebunan kopi arabika serta kacang macademia. Termasuk rencana pengembangan tanaman apel.

"Ini semua direncanakan untuk mendukung agro wisata di kawasan tersebut. Mulai dari melakukan pemetikan, pengolahan, menikmati serta bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang nantinya," jelas dia.

Terakhir, Abdul Rahman memaparkan, di Solsel ada tiga objek wisata yang layak dijual dan mempunyai keindahan luar biasa yakni kawasan SRG, Camintoran serta geopark Goa Batu Kapal.

"Kita terus berbenah secara bertahap untuk memperbaikinya. Mudah-mudahan akan ada dana-dana bantuan selanjutnya," harapnya.

Turut mendampingi, Kabag Humas, Firdaus Firman, OPD terkait, organisasi masyarakat, Ketua Kelompok Tani Dua Belas, Denis Kurniawan dan anggota Kelompok Tani Selalu. (adv)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar