MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Jangan Separuh Hati Menghargai dan Memuliakan Pahlawan

AI Mangindo Kayo | Minggu, 11-11-2018 | 20:20 WIB | 69 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Jangan Separuh Hati Menghargai dan Memuliakan Pahlawan<p>

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan memimpin upacara tabur bunga dan ziarah di makan pahlawan Nasional Tan Malaka, di Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (10/11/2018). (humas)

VALORAnews - Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Ungkapan tersebut sangatlah tepat kiranya, kalau diimplementasikan jadi sebuah perwujudan nyata, dalam mengibarkan semangat juang serta nilai-nilai pemikiran pahlawan pada generasi mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan saat memimpin upacara tabur bunga dan ziarah di makan pahlawan Nasional Tan Malaka, di Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (10/11/2018).

Terpantau, hadir ratusan siswa/siswai dan guru pada kesempatan itu, ketua YPP PDRI, Nurberita Ben Yuza, Camat Gunuang Omeh, Gusni Hendrik, OPD (organisasi perangkat daerah), masyarakat, awak media serta anak bangsa Indonesia yang peduli akan perjuangan para pahlawan.


Dalam sambutannya, Ferizal Ridwan yang juga penggiat YPP PDRI mengatakan, kegiatan ini merupakan dalam konteks meluruskan sejarah serta sebuah langkah mengibarkan semangat juang dan nilai- nilai serta pemikiran para pahlawan pada generasi berikutnya.

"Empat dari pendiri bangsa, dua di antaranya berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, yaitu Ibrahim Dt Tan Malaka dan Muhammad Hatta. Untuk itu, sesuai dengan tema kita, bersyukur dan berterimakasih dalam berkah, intinya bagimana kita mewarisi dan menghormati pemikiran serta jasa dari para pahlawan," terangnya.

Dikesempatan itu, Ferizal Ridwan juga berpesan pada semua pihak termasuk kepada pemerintah pusat, untuk jangan separuh hati dalam menghargai dan memuliakan para pahlawan, karena berdasarkan surat Keputusan Presiden RI No 53 Tahun 1963, Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional.

"Jangan kehilangan objektifitas, walaupun terhadap orang yang tidak kita sukai. Dalam rangka hari pahlawan ini, jangan kita separuh hati untuk menghargai dan memuliakan para pahlawan yang telah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Kepres RI No 53 Tahun 63," imbau pria yang dikenal peduli dengan perjuangan Tan Malaka itu.

Kepada siswa dan generasi muda, Ferizal Ridwan juga berpesan, kegiatan ini merupakan proses pembelajaran dan pewarisan nilai nilai sejarah, sehingga akan memupuk dan membangkitkan semangat nasionalisme, patriotisme serta cinta akan tanah air dan bangsa.

"Ini merupakan konteks pelurusan sejarah dan sebuah proses pembelajaran. Generasi kedepan haruslah generasi yang menghargai jasa pahlawan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua YPP PDRI, Nurberita Ben Yuza juga memotivasi siswa dan generasi muda, tentang ketokohan serta kepahlawanan Tan Malaka.

"Dengan usia yang sangat muda, sekitar tahun 1917, Tan Malaka sudah meninggalkan kampung halamannya menuntut ilmu, sampai ke negeri Belanda, melanjutkan cita-cita perjuangannya menggagas kemerdekaan republik Indonesia," terangnya. (rls/kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Lima Puluh Kota