MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Muzni Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hari Pahlawan, Ini Alasannya

AI Mangindo Kayo | Selasa, 13-11-2018 | 19:06 WIB | 231 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Muzni Kenakan Pakaian Adat di Upacara Hari Pahlawan, Ini Alasannya<p>

Forkopimda Solok Selatan mengenakan pakaian adat Minangkabau pada pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan, di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa (13/11/2018). (humas)

VALORAnews - Sesuatu yang unik dan berbeda daripada biasanya tampak dalam upacara bendera peringatan Hari Pahlawan 10 November ke-73 Tahun 2018 yang digelar di halaman kantor bupati Solok Selatan, Selasa (13/11/2018).

Bupati, Muzni Zakaria yang bertindak sebagai inspektur upacara, tampak menggunakan pakaian adat Minangkabau. Tidak hanya bupati, tetapi unsur Forkopimda lainnya juga turut mengenakan pakaian adat.

Ketua DPRD Sidik Ilyas, Kapolres AKBP Imam Yulisdianto, Kajari M Rohmadi serta Perwira Penghubung (Pabung) Dandim 0309 Solok di Padang Aro, Mayor (Inf) I Nyoman Putra Yasa juga mengenakan pakaian serupa.


Unsur Forkopimda tampak bersemangat ketika mengenakan pakaian tradisional Minangkabau tersebut dalam kesempatan bersama tersebut.

"Kami sepakat bersama Forkopimda, untuk mengenakan pakaian adat ini untuk mengangkat kearifan lokal kita di Minangkabau," ujar Muzni.

Pada kesempatan tersebut, Muzni yang menyampaikan amanat Menteri Sosial RI, mengingatkan agar dalam peringatan Hari Pahlawan ini mampu mengingatkan bangsa Indonesia akan semangat keberanian, pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan bangsa, sehingga para syuhada bangsa tesebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti yang dirasakan saat ini.

"Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dan bersaing dengan negara lain, khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri nantinya," ujarnya.

Dalam peringatan tersebut, juga disertai dengan penyerahan berbagai penghargaan antar Forkopimda, termasuk penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati Solsel kepada Kapolres Solsel atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, yakni Pertemuan 1000 Tokoh se-Solsel, Pembagian 1000 helm SNI kepada pengendara, serta Deklarasi Pemilu Damai 1000 Milenial.

Setelah pelaksanaan upacara, bupati bersama Forkopimda lainnya juga mengadakan temu ramah bersama puluhan veteran.

Upacara Hari Pahlawan yang juga diikuti Organisasi-Organisasi kepemudaan, Polri, TNI, OPD, pelajar dan juga para veteran tersebut, bertambah khidmat, dengan adanya penampilan drama kolosal yang menggambarkan perjuangan Syafrudin Prawiranegara saat memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang diperagakan oleh siswa SMA N 2 Solok Selatan.

SMA N 2 Solok Selatan sendiri berada di Nagari Bidar Alam, yakni nagari yang sama dengan PDRI dulunya bermarkas.

Drama yang diperankan puluhan siswa tersebut nampak mampu memukau dan membuat suasana upacara menjadi lebih khidmat. Sebuah drama yang menggambarkan bagaimana PDRI di Bidar Alam mampu memperlihatkan eksistensi Republik Indonesia ke dunia internasional paska diasingkannya Presiden dan Wapres RI ketika itu, Soekarno dan M. Hatta. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar