MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Ratusan Pejabat Pemko Padang Dirotasi, Ini Pesan Mahyeldi

AI Mangindo Kayo | Kamis, 15-11-2018 | 18:07 WIB | 115 klik | Kota Padang
<p>Ratusan Pejabat Pemko Padang Dirotasi, Ini Pesan Mahyeldi<p>

Walikota Padang, Mahyeldi menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Administrator (Eselon III), Pengawas (Eselon IV), Kepala Puskesmas dan Kepala UPTD Sekolah di Lingkungan Pemko Padang, di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang Aie Pacah, Kamis (15/11/2018). (humas)

VALORAnews - Walikota Padang, Mahyeldi menegaskan, seluruh pejabat di Kota Padang dan para pejabat yang baru dilantik, untuk selalu menjaga amanah dan tidak berlagak sombong. Profesional, memiliki integritas, komitmen, dan loyalitas terhadap pekerjaan.

"Jabatan ini hanya sementara. Bersikaplah sewajarnya. Jadilah motivator bagi rekan kerja yang lainnya. Gunakan apa yang menjadi hak kita, dan jangan sekali-kali tidak memberikan atau mengambil hak orang lain", ungkap Mahyeldi, Kamis (15/11/2018).

Hal itu dikatakan dia setelah Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator (Eselon III), Pengawas (Eselon IV), Kepala Puskesmas dan Kepala UPTD Sekolah di Lingkungan Pemko Padang, di Aula Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang Aie Pacah.


Dikatakan, setiap pejabat di Pemko Padang harus mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Serta, menyelesaikan segala macam persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

"Kita harus selalu menghadirkan kebaikan-kebaikan di setiap pekerjaan. Rangkullah bawahan, ajak berkawan, dan jangan hanya memberi perintah. Dan satu hal lagi, jangan pernah terlibat dengan persoalan hukum dalam melaksanakan tugas", ujar Mahyledi.

Dijelaskannya, ada mekanisme baru dalam pelantikan Jabatan Struktural bagi daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2018. Bahwa Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat pada 6 (enam) bulan sebelum penetapan pasangan calon sampai akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

"Sehubungan dengan hal itu, kita telah mengusulkan pengisian jabatan struktural yang kosong ke Kementerian Dalam Negeri, dan sudah ada yang disetujui. Yang mana sebagian sudah dilantik, Mei 2018 lalu," ungkap Mahyledi.

Ditambahkannya, pelantikan bukan hanya berarti sebagai formalitas pendistribusian jabatan, melainkan sebagai sarana penguatan, pengembangan dan pemberdayaan potensi diri dalam upaya peningkatan kompetensi aparatur kearah tercapainya sumber daya yang andal dan professional dalam melaksanakan tugas pemerintahan. Serta, menghadirkan Kota Padang yang aman, damai, adil dan sejahtera, saat ini dan masa yang akan datang.

Adapun pejabat eselon II yang dilantik (1 orang); Alfiadi, menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang, sebelumnya Kabag Umum Setda Kota Padang. Pejabat eselon III berjumlah 6 orang, di antaranya; Hermansyah, menjabat Kabag Pembangunan Setda Kota Padang, sebelumnya Kabid Perencanaan Sosial Budaya Dan Pemerintahan di Bapeda Kota Padang. Pejabat eselon IV berjumlah 170 orang. Kepala Puskesmas 7 orang, dan Kepala UPTD Sekolah sebanyak 26 orang. (rls/vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar