MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Gempabumi Tektonik 5,1 SR Guncang Mukomuko, Ini Analisis BMKG

AI Mangindo Kayo | Jumat, 30-11-2018 | 21:46 WIB | 44 klik | Nasional
<p>Gempabumi Tektonik 5,1 SR Guncang Mukomuko, Ini Analisis BMKG<p>

Perkiraan titik gempabumi tektonik, Jumat (30/11/2018), pukul 21.49 WIB dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) yang kemudian dimutakhirkan jadi 4,9 SR oleh BMKG. (istimewa)

VALORAnews -- Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, diguncang gempabumi tektonik, Jumat (30/11/2018), pukul 21.49 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) yang kemudian dimutakhirkan jadi 4,9 SR.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,07 LS dan 100,87 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 62 km arah barat daya Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu pada kedalaman 72 km," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam siaran pers yang diterima.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, terang Rahmat, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempabumi ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik.


"Dugaan kuat yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah aktifitas zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia," kata Rahmat.

Dikatakan, dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat, menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Mukomuko II-III MMI dan Padang II MMI. "Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," ungkapnya.

Hasil pemodelan, terang Rahmat, menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.18 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," harap Rahmat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Rantau