MITRA VALORA NEWS

Minggu, 2018-12-16 21:11 WIB

Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari

<p>Gempabumi Tektonik Aktifitas Sesar Sumatera Kejutkan Warga di Dinihari<p>

VALORAnews - Gempabumi mengguncang sebagian wilayah Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018), pada pukul 00.07 WIB. Hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika...

Pemkab dan Wartawan Solsel Kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Garut

AI Mangindo Kayo | Senin, 03-12-2018 | 21:27 WIB | 328 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pemkab dan Wartawan Solsel Kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Garut<p>

Asisten III Pemkab Garut, Asep Faruk memberikan kenang-kenangan kepada Kabag Humas dan Protokoler Solsel, Firdaus Firman saat menggelar kunjungan kerja, akhir bulan lalu. (humas)

VALORAnews - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel), bersama awak media yang bertugas di kabupaten itu, melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Garut dalam rangka tukar informasi, 28-30 November 2018.

Kegiatan itu, selain dihadiri Kepala Bagian Humas dan Protokoler Solsel, Firdaus Firman dan Kasubag Protokoler, Riri Tyhson. Kedatangan rombongan Pemkab Solsel disambut, Asisten III Pemkab Garut, Asep Faruk dan Kadis Kominfo Garut, Nurdin Yana serta jajaran Humas Pemkab Garut.

"Kami memilih ke Garut karena daerah ini persis sama dengan Solsel, dari kondisi geografis daerah dan potensi alam. Apalagi Solsel berada di kaki Gunung Kerinci dan memiliki potensi panas bumi juga," kata Firdaus Firman saat memberikan sambutan.


Firdaus menyebutkan, investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang ada di Solsel bakal dialiri listrik sekitar September 2019, dengan daya 80 Mega Watt (MW).

"Di Garut, investasi pembangkit panas bumi ini telah ada sejak zaman orde baru dan telah menjadi sumber pemasukan buat daerah. Ini salah satu alasan kita ke sini," ucapnya.

Selain itu, Solsel juga memiliki potensi objek wisata alam pemandian air panas, goa batu kapal serta kawasan rumah adat (rumah gadang) Saribu Rumah Gadang yang menjadi perkampungan adat terpopuler di Indonesia pada 2017.

"Bahkan, baru-baru ini, rumah gadang Panjang di Abai juga mendapat nominasi anugerah pesona Indonesia, kategori situs sejarah terpopuler," katanya.

Asisten III Pemkab Garut, Asep Faruk menyebutkan, potensi panas bumi dan wisata yang dimiliki daerahnya mungkin sama dengan Solsel, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp4,3 triliun.

"APBD Garut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana perimbangan. Sektor PAD sekitar Rp550 miliar per tahun," ungkapnya.

Kemudian, pemkab Garut mengajak mengunjungi perusahaan PT Star Energy sebagai perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Darajat, Garut.

Perwakilan PT Star Energy, Rudi memaparkan, perusahaan awal berdirinya pada 1984 yang kemudian diakusisi dari Chevron.

"Kami bertekad, pada 2028 pengelolaan menjadi 1.200 MW sebagai pembangkit listrik panas bumi terbesar di Indonesia," ucapnya.

Unit pembangkit Darajat, imbuhnya, berada di ketinggian 1.700 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), total karyawan 120 orang dengan tenaga kontraktor hingga 400 orang.

"Luas area sekitar 5.000 hektare, terdiri dari 49 sumur dan 39 merupakan sumur aktif. Mampu menghasilkan daya sebesar 271 MW dengan panjang pipa keseluruhan 21 kilometer," tuturnya.

Ia menyebutkan, untuk antisipasi dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas masyarakat sekitar, dibuat program kepedulian yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

"Akibat pembukaan lahan oleh warga di luar wilayah perusahaan, bisa menimbulkan ancaman longsor. Maka, kita gandeng pihak ketiga dengan program hijau," katanya.

Ia mengatakan, dalam menjaga lingkungan dan ekosistem, keterlibatan masyarakat sangat penting. "Kami lakukan program penanaman pagar bumi dengan menanam ribuan pohon bersama masyarakat serta program pelestarian habitat hewan," pungkasnya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar