MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2019-06-21 14:18 WIB

TNI Hibahkan Tank Operasi Trikora untuk Kota Padang

<p>TNI Hibahkan Tank Operasi Trikora untuk Kota Padang<p>

VALORAnews - Satu unit tank bersejarah milik TNI yang pernah beroperasi dalam Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) diterima Pemerintah Kota Padang. ...

Asuransi Pertanian, Tri Handoyo: Petani Cukup Bayar Premi 20 Persen dari Tarif

AI Mangindo Kayo | Rabu, 12-12-2018 | 18:52 WIB | 318 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Asuransi Pertanian, Tri Handoyo: Petani Cukup Bayar Premi 20 Persen dari Tarif<p>

Kepala Dinas Pertanian Solsel, Tri Handoyo Gunardi.

VALORAnews - Pemkab Solok Selatan (Solsel) mendorong agar seluruh petani di daerah itu mengikuti program asuransi pertanian, guna menanggulangi resiko terjadinya gagal panen yang berpotensi merugikan secara pendapatan finansial. Program ini diyakini dapat memberi jaminan dan kenyamanan bagi petani dari segala ancaman gagal panen.

"Dorongan ini merupakan bentuk perlindungan oleh pemerintah pada para petani dari risiko gagal panen. Sesuai dengan regulasi, UU No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani," kata Kepala Dinas Pertanian Solsel, Tri Handoyo Gunardi, Rabu (12/12/2018).

Untuk saat ini, lanjutnya, program asuransi pertanian yang sedang dilakukan dikenal dengan sebutan asuransi untuk tanaman pangan padi (AUTP) dan asuransi usaha ternak sapi (AUTS). Pelaksanaannya telah mencakup hampir di seluruh provinsi di Indonesia, khususnya wilayah yang menjadi sentra produksi padi serta peternakan.


Di Solsel sendiri, sebut Tri, pihaknya memasang target AUTP bagi petani di daerah itu seluas 1.500 hektare tahun ini. Hingga saat ini, sebanyak 92 kelompok tani telah menerapkan sistem asuransi pertanian tersebut dengan total lahan yang telah diasuransikan seluas 1.174,84 hektare.

"Penerapan sistem asuransi pertanian ini tentunya akan memberikan manfaat positif terhadap para petani. Namun di Solsel, masih banyak petani yang belum mengetahui program ini. Kami selalu mensosialisakannya dalam berbagai kesempatan. Seperti saat pembagian bantuan bibit dan Alsintan pada kelompok tani, kita dorong ikut program asuransi ini," jelasnya.

Dijelaskannya, secara teknis program asuransi pertanian bakal memberikan perlindungan risiko gagal panen. Petani pun katanya, juga tidak diberatkan untuk membayar preminya karena telah disubsidi oleh pemerintah.

Petani, kata Tri, hanya dibebankan membayar premi sebesar Rp36 ribu atau 20 persen dari total biaya premi Rp180 ribu. Sementara sisanya, sebesar Rp144 ribu per hektar atau 80 persen, dibantu pemerintah.

"Risiko yang dijamin AUTP meliputi banjir, kekeringan dan kerusakan karena hama. Klaim asuransi per hektarnya akan diganti rugi sebesar Rp 6 juta. Intinya dengan asuransi ini, resiko kerugian akan bisa ditekan. Terlebih sekarang wilayah Sumbar termasuk Solsel mengalami musim yang buruk, hujan deras, banjir dan longsor banyak mengancam," tukasnya.

Setidaknya, sebut Tri lagi, Solsel tiap tahun mendapat ancaman bencana banjir yang bisa melanda lahan pertanian warga. Beberapa tahun terakhir ini bahkan ratusan hektare pertanian tak sempat dipanen lantaran dihondoh air bah. Itu, katanya, tentu bisa menjadi pelajaran bagi petani tentang pentingnya memberi perlindungan pertaniannya.

"Bencana yang terbaru seperti yang terjadi di KPGD hari Minggu kemarin. Tepatnya di Sungai Panduan Batu Tunggau. Ada sekitar 10 hektare sawah warga siap panen tertimbun material pasir, lumpur dan kayu-kayu bekas tebangan. Petani hanya bisa gigit jari, sebab saat ditanya, ternyata mereka belum ikut AUTP. Tentu sangat disayangkan," ujarnya.

Ditambahkannya, pihak Kementerian Pertanian bahkan menilai program asuransi pertanian dalam bentuk AUTP dan AUTS bisa dijadikan sebagai salah satu upaya mitigasi risiko penghasilan perekonomian dari bertani akibat perubahan iklim. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar