MITRA VALORA NEWS

Jumat, 2019-03-22 10:19 WIB

Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru

<p>Mahyeldi Lepas Keberangkatan Keluarga Korban Penembakan ke Selandia Baru<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi melepas rombongan keluarga korban penembakan di Masjid Linwood Avenue, New Zealand (Selandia Baru). Keluarga...

Buku Anak-anak Revolusi Budiman Sudjatmiko Disita Tim Gabungan, Ini Judul Lainnya

AI Mangindo Kayo | Selasa, 08-01-2019 | 20:07 WIB | 303 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Buku Anak-anak Revolusi Budiman Sudjatmiko Disita Tim Gabungan, Ini Judul Lainnya<p>

Salah satu judul buku yang ikut disita tim gabungan, pada penggeledahan yang dilakukan pada sebuah tokoh buku di Jl HOS Cokrominto, Selasa (8/1/2019). (veby rikiyanto/valoranews)

VALORAnews - Toko Buku Nagare Boshi di Jl Hos Cokrominoto, Padang digeledah tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, Satpol PP dan Pengadilan Negeri Padang, Selasa (8/1/2018) siang. Penggeledahan ini terkait dengan informasi, dijualnya buku berbau ajaran komunisme di tempat tersebut.

Buku yang diamankan itu, tiga buah buku karya Budiman Sudjatmiko, Anak-anak Revolusi yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama. Kemudian, Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto (penerbit Mizan, 1 buku), Jasmerah karya Wirianto Sumartono (Laksana, 5 buku) dan Wiji Tukul (Tempo, 4 buku). Kemudian, juga disita buku lainnya berjudul; Kronik 65 (2 buah), Jasmerah (2 buah), Mengincar Bung Besar (2 buah),

Danramil Padang Barat, Mayor P Simbolon mengatakan, di toko buku itu memang ditemukan buku yang berpaham komunis. Indikasinya, judul buku itu jelas ditulis tentang PKI yang pahamnya dinyatakan terlarang di Indonesia.


"Isinya diduga sudah diubah yakni mengajarkan tentang komunisme, tak seperti yang tertulis di cover buku. Kita akan cek juga di toko buku lain di Padang, keberadaan buku seperti ini," ungkap Mayor P Simbolon.

Sementara, pemilik toko, Yanto (35) mengatakan, sebagai penjual, dirinya tidak tahu persis isi buku yang diamankan tersebut. Karena, buku tersebut dititip jual oleh penerbitnya.

"Penerbitnya beragam. Setahu saya, buku ini berizin. Namun, kita tidak mengerti apakah buku tersebut dilarang, saya juga tidak membacanya," ungkap Yanto tentang buku-buku yang disita itu.

"Setahu saya, buku yang diambil tentang sejarah, bukan pendoktrinan paham tertentu," tambahnya.

Sementara, pelayan toko, Devi (25) mengungkapkan, buku didapatkan langsung dengan bekerja sama dengan penerbit yang pemesanannya melalui telepon. Penerbit yang menjadikan tempatnya bekerja itu sebagai agen, PT Gramedia Pustaka Utama dan Mizan.

"Untuk buku Gestapu, baru dipasarkan sekitar September 2018. Sedangkan jumlah buku yang dipasarkan, berdasarkan permintaan konsumen," ungkap Devi sembari menyebut, toko buku itu baru pindah ke Jl Hos Cokrominoto.

Disela-sela penggeledahan, Kasi Intel PN Padang, Yuni Hariaman mengatakan, buku ini diamankan untuk diteliti isinya. "Kejaksaan sudah memiliki daftar buku terlarang. Kita akan teliti isi buku ini dalam rentang satu bulan ini. Setelah itu, baru dilaporkan secara berjenjang," terangnya. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Ranah

<p>Mamancuang Alex jadi Puncak Festival SRG<p> Jumat, 22-03-2019 10:08 WIB

Mamancuang Alex jadi Puncak Festival SRG

<p>Surat Suara Rusak di Solsel Disortir Ulang<p> Kamis, 21-03-2019 19:55 WIB

Surat Suara Rusak di Solsel Disortir Ulang

<p>Koperasi Tak Aktif di Solsel Diberi Pelatihan<p> Kamis, 21-03-2019 19:46 WIB

Koperasi Tak Aktif di Solsel Diberi Pelatihan

Berita Provinsi Sumatera Barat